Efeknya Minim,Jangan Mudah Tergiur Investasi China

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 18 Januari 2020
share
Ekonom senior DR Rizal Ramli - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom senior DR Rizal Ramli menilai, investasi China tidak memberikan dampak dan manfaat signifikan terhadap kesejahteraan rakyat Indonesia. Lho kok bisa?

Hal ini bisa terjadi lantaran nilai tawar alias bargaining position Indonesia sangat rendah di hadapan China. Seratus delapan puluh derajat dibandingkan Malaysia yang kini dipimpin PM Mahathir Malaysia

Faktor lainnya, menurut RR, sapaan khas Rizal Ramli, investasi Tiongkok (China) telah menyedot hampir semua lini nilai tambah investasi di Indonesia. Hal itu terjadi baik dari hulu hingga hilir investasi bisnis. "Sehingga manfaatnya tidak ada buat rakyat Indonesia. Yang ada investasi Tiongkok bertujuan untuk membangunan perusahaan Tiongkok di Indonesia," ujar RR dalam sebuah video, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Mantan Menko Ekuin era Presiden Gus Dur ini, mengatakan, agresifnya China untuk membenamkan modalnya ke Indonesia. lantaran saat ini negara Tirai Bambu tersebut dipimpin XI Jinping. Ada pengangguran dalam jumlah super jumbo di China yakni 300 juta hingga 400 juta jiwa. "Dan itu harus disalurkan ke proyek Tiongkok di Indonesia," tegas RR.

RR melanjutkan, kondisi tersebut diperburuk dengan dipermudahnya investasi di Tiongkok oleh Menteri Keuangan 'terbalik' Sri Mulyani. Julukan menkeu terbalik disematkan Rizal Ramli kepada Sri Mulyani, lantaran banyak kebijakannya yang dinilai merugikan rakyat Indonesia. Sementara dunia luar banyak memberikan penghargaan terhadap Sri Mulyani.

"Apalagi sama Menteri Keuangan Terbalik (Sri Mulyani) di kasih pembebasan pajak 20 tahun. Misalnya ada perusahaan baja dari Cina di Kendal di kasih pembebasan pajak selama 20 tahun. Nah Krakatau steel yang tadinya domina di Indonesia mesti bersaing dengan perusahaan Tiongkok di Kendal pasti akan kalah karena tidak mendapatkan fasilita pembebasan pajak selama 20 tahun," tutur mantan Menko Kemartiman di Kabinet Kerja bentukan Presiden Joko Widodo itu.

RR menegaskan hal ini yang tidak dipahami oleh Presiden Jokowi selama ini bahwa skema bisnis Tiongkok berbeda dengan negara-negara lain. "Yang ini yang Pak Jokowi agak kurang paham karena dampak dari bisnis Tiongkok berbeda dengan skema bisnis investasi lainya," tandas RR. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA