Pelayanan RS Kurang Baik, Pasien Ini Protes

MY
Oleh Muhammad Yusuf Agam
Sabtu 18 Januari 2020
share
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Yos Faizal seorang pengacara yang mewakili pasien salah satu rumah sakit di Kota Bandung yang berinisial M mengeluhkan buruknya pelayanan rumah sakit yang kurang maksimal dan terkesan tergesa-gesa.

Yos mengatakan suami M dirawat di Rumah Sakit yang enggan disebutkan namanya. Selama dalam penanganan pasien hingga akhirnya meninggal, Yos, mengaku melihat kejanggalan.

"Saya menanyakan kepada pihak RS. Namun RS sempat hendak menahan medical record dari pasien," kata Yos bercerita kepada wartawan, Jumat (17/1/2020).

Istri pasien tersebut, kata Yos, memeriksa medical record, resep obat dan tindakan, serta invoice RS dan hasilnya dikonfirmasi ke dokter di Singapura yang pernah menangani penyakit suaminya.

"Hasilnya, ada perbedaan dengan kesimpulan dari RS. Kemudian dari invoice dan tindakan medis pun dia melihat ada kejanggalan," tutur Yos.

Kejanggalan-kejanggalan yang dimaksud diantaranya adalah tagihan biaya administrasi yang tidak sesuai dengan invoice.

"Tagihan pembayaran tranfusi darah yang ditagihkan 161 labu, namun penggunaan hanya 92 labu, dan terhadap selisihnya di katagorikan sebagai cadangan yang disimpan di PMI yang pembayarannya dibebankan kepada pasien/keluarga," herannya.

Atas kejanggalan itu, Yos mencari pihak RS sejak bulan Desember 2019 lalu. Namun, hingga kini belum ada jawaban.

"Kami melihat tidak ada itikad baik dari Pihak RS untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada pihak klien kami selaku kel pasien. Kita telah mengirimkan somasi terakhir tanggal 12 Desember 2019 dan belum ada tanggapan," ucapnya.

Saat ini pihaknya tengah menginventaris kerugian yang diderita oleh keluarga pasien untuk gugatan perdata dan potensi pelanggaran pidana terkait hal ini.

"Kami tak bisa bayangkan jika hal ini terjadi kepada pasien yang awam. Apalagi ini ada mark up dalam tagihan berupa obyek yang mestinya tidak terpakai tetapi harus dibayar. Dalam kasus ini, klien kami menggunakan asuransi dan dana pribadi. Bayangkan jika menggunakan BPJS, berapa dana BPJS yang tekor akibat praktik seperti ini," tandas Yos.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA