Akasia Menangis di Jember Ini Penjelasan Akademisi

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 18 Januari 2020
share
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Jember - Dosen Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember, Wachyu Subhan memberikan penjelaskan akademis terkait viral pohon Akasia Menangis di Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ia meminta masyarakat agar tak mudah percaya mitos dan takhayul.

"Di tempat-tempat lain fenomena ini ada dan sudah dipublikasi. Ini bagian dari proses mengedukasi masyarakat," katanya, Sabtu (18/1/2020).

Menurutnya, fenomena ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Fenomena munculnya suara ini dikarenakan adanya stres lingkungan.

"Maksudnya begini, sekarang dari musim kering ke hujan. Memungkinkan terjadinya absorbsi nutrient dari tanah masuk ke tanaman," paparnya.

Ia menjelaskan, ketika tumbuhan mengabsorbsi makanan yang banyak, terjadi kelebihan dan muncul tekanan dari dalam ke luar. Karena ada tekanan dari dalam ke luar, yang keluar adalah bahan-bahan sekresi.
"Bahan-bahan sekresi ini bisa keluar lewat lentisel atau lubang yang ada di batang. Di situ karena tekanan besar akan muncul suara terimpit yang kesannya seperti tangisan," kata pria yang juga menjabat Wakil Rektor II Universitas Jember ini.

Diketahui, masyarakat di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur dihebohkan oleh pohon akasia yang mengeluarkan suara seperti tangisan.

Pohon ini tumbuh setinggi 20 meter dan berdiameter 50 centimeter di halaman belakang rumah Wardi (83), warga Dusun Krajan, Desa Mojosari. "Pohonnya berusia lima tahun dan baru menangis sekitar seminggu lalu," kata Mawardi (40), cucu menantu Wardi, Jumat (17/1/2020).

Menurut Mawardi, orang yang pertama kali mendengar suara seperti tangisan itu adalah Aldi Fari, keponakannya yang berusia tiga tahun. "Dia bermain di belakang rumah. Lari bilang ke ibunya, kalau ada orang menangis," katanya.

Mawardi tidak tahu penyebab suara tangisan. "Polisi sudah mengecek, takut ada faktor penipuan. Ternyata tidak ada. Itu alami," katanya. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA