Calon Istri tak Tahu Ponari Mantan 'Dukun' Cilik

IN
Oleh inilahcom
Minggu 19 Januari 2020
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jombang - aminatus Zohroh (22) calon istri 'dukun' cilik Ponari (21), mengaku tidak tahu jika calon suaminya merupakan dukun cilik yang pernah viral tahun 2009 lalu.

"Saya tidak tahu kalau Mas Ari dulu pernah menjadi dukun terkenal," kata bungsu dari empat bersaudara ini, Minggu (19/1/2020).

Aminatus baru tahu kalau calon suaminya itu pernah tenar sebagai dukun cilik ketika menjelang lamaran pekan lalu. Aminatus diberitahu oleh teman-temannya. Namun demikian, hal itu justru menambah kecintaannya kepada calon suaminya tersebut.

Aminatus mengaku berpacaran dengan Ponari sejak Juli 2019. Saat itu keduanya sama-sama bekerja di perusahaan makanan ringan (snack), CV Surya Kencana Food (SKF), Jalan Brigjen Kretarto, Jombang. Meski Ponari sudah pindah kerja di sebuah perusahaan pemasaran obat-obat herbal. Namun hubungan asmara sejoli ini tetap nyambung.

"Mas Ari (Ponari) sudah pindah kerja ke perusahaan obat herbal. Saya tetap di perusahaan jajanan ringan. Saya suka, orangnya pendiam," ujar Aminatus.

Foto-foto Ponari melamar gadis pujaannya itu viral di media sosial. Dalam foto itu Ponari dan calon istrinya terlihat menunjukkan cincin yang melingkar di jari manis mereka. Lamaran tersebut berlangsung di kediaman Aminatuz, di Dusun Sumber, Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Jombang.

Ponari merupakan warga Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang. Saat masih duduk di kelas tiga SDN Balongsari, dia menemukan batu warna coklat mirip kepala belut. Batu bertuah itu ditemukan saat ada geledek menyambar, tak jauh dari dirinya berdiri. Itu terjadi awal 2009.

Batu yang ditemukan Ponari itulah yang kemudian dianggap keramat dan mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Caranya, batu dicelupkan ke air oleh tangan Ponari, kemudian air tersebut diusapkan ke bagian badan yang sakit.

Kabar tersebut cepat menyebar, dan ribuan warga setiap hari berdatangan dari penjuru Indonesia, ke rumah Ponari untuk mencari kesembuhan. Dari situlah Ponari bergelimang materi. Rumahnya yang berdinding bambu, berubah berdinding batu. Rumahnya sangat megah untuk ukuran desa.

Seiring berjalannya waktu, pasien Ponari berangsur menyusut. Meskipun sampai sekarang masih ada saja yang datang ke rumah Ponari untuk mencari kesembuhan dengan batu yang dianggap bertuah tersebut. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA