Khofifah Harap Satgas Pangan Cek Kebutuhan Sembako

IN
Oleh inilahcom
Minggu 19 Januari 2020
share
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Gresik - Imbas melambungnya harga gula di pasaran mencapai Rp13 ribu perkilo membuat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyetil satgas pangan dan lembaga Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk mengecek serta memastikan stok kebutuhan bahan pokok.

"Khusus gula kekurangan ini karena apa. Sebab, stok gula hingga bulan Mei 2020 sangat cukup. Hingga Januari sampai Mei tahun ini. Jawa Timur punya stok gula 185 ribu ton. Sementara kebutuhannya hanya 175 ribu ton. Jadi masih ada 10 ribu ton. Tapi, kenapa di lapangan harganya mengalami kenaikan, ujar Khofifah, Minggu (19/01/2020).

Dengan naiknya harga gula di pasaran lanjut Khofifah, dirinya berharap satgas pangan dan KPPU mengecek di lapangan apa yang menjadi penyebabnya. Termasuk juga pabrik gula (PG) di Jatim agar memaksimalkan penggilingan.

Mengenai harga minyak goreng kata Khofifah, yang juga harganya ikut mengalami kenaikan. Dirinya, juga berharap kedua lembaga tersebut. Yakni, satgas pangan serta KPPU mengecek apakah suplai CPO sudah mencukupi atau bagaimana. Kenaikan harga itu, dikarenakan apa.

"Kami melakukan sidak di Pasar Baru Gresik, guna mengetahui langsung kenaikan bahan pokok. Misalnya, minyak goreng stok CPO-nya bagaimana. Hal yang sama pada komoditi cabe yang saat ini melambung tinggi akibat adanya proses pergantian musim. Namun, biasanya hal tersebut tidak berlangsung lama," ujarnya.

Dirinya mencontohkan, saat harga bawang merah melambung naik. Pada bulan November hingga Desember 2019 lalu. Saat ini, komoditi tersebut harganya sudah turun. Jadi, pergantian musim turut mempengaruhi produk pertanian.

"Untuk bawang merah Jatim masih punya stok 10 ribu ton. Meski di beberapa toko penjual bahan pokok yang semula mendapatkan tiga karung. Kini, hanya dua karung," ungkapnya.

Saat ditanya proses distribusi kebutuhan bahan pokok di Jatim. Dijelaskan Khofifah, distribusi bahan pokok tidak ada masalah. Cuma kami ingin memastikan agar stok kebutuhan bahan pokok aman.

"Pengecekan di lapangan sangat perlu. Untuk itu, kami berharap satgas pangan dan KPPU untuk melakukan cek dan ricek," pungkasnya. [beritajatim]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA