Mendagri Dorong Pemda Lindungi Anak dan Perempuan

IN
Oleh inilahcom
Senin 20 Januari 2020
share
Mendagri Tito Karnavian - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Mendagri Tito Karnavian akan menggalakkan peranan pemda dalam perindungan anak dan perempuan dari kekerasan.

"Perempuan dan Anak-anak adalah kelompok masyarakat paling rentan terhadap kekerasan, baik fisik, verbal maupun kekerasan psikologis," ujar Mendagri Tito dalam siaran persnya, Senin (20/1/2020).

"Mereka harus dilindungi. Tugas pemerintah, khususnya pemerintah daerah untuk melindungi kelompok rentan ini agar mereka terbebas dari ancaman kekerasan baik bersifat domestik maupun dari lingkungannya" tegas Mendagri Tito yang juga merupkan mantan Kapolri tersebut.

Sebagaimana diketahui, upaya dan langkah gubernur, bupati, walikota beserta jajarannya di dalam perlindungan anak dan perempuan terhadap kekerasan masih sangat minim.

Ini terbukti dari jumlah UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) sebagai lembaga pelaksana hanya berjumlah 98 UPDT dari 548 kabupaten/kota dan propinsi yang ada di seluruh Indonesia.

Artinya, 82% dari total 548 pemerintah daerah kabupaten/kota dan propinsi kosong atau tidak memiliki instrumen kelembagaan, anggaran dan personalia untuk melakukan program pencegahan dan penanganan anak-anak dan perempuan yang merupakan korban kekerasan.

Data di atas cukup memprihatinkan. Karenanya Mendagri akan memberi tenggat waktu 3 bulan ke depan agar seluruh Pemda membentuk UPTD Perlindungan Anak dan Perempuan di wilayahnya masing-masing. UPTD adalah instrumen pokok bersifat kelembagaan yang dilengkapi dengan sistem anggaran, personalia dan sarana prasarana guna menjalankan sebuah program di daerah.

"Tiga bulan cukup. Saya akan keluarkan surat edaran untuk pembentukan UPTD ini. Nanti, saya akan kerahkan juga direktorat dan isnpektoratbyang relevan di jajaran Kemendagri untuk membina dan mengawasi Pemda agar benar-benar membentuk dan menjamin unit tersebut operasional" lanjut Tito mendetail.

Indikator minimum atas ini adalah tersedianya sarana, misalnya, "Rumah Aman" bagi korban kekerasan di setiap kabuten/kota dan propinsi serta adanya berbagai upaya sosialisasi pencegahan.

"Dalam Ratas Kabinet minggu kemarin, Presiden telah menekankan pentingnya program perlindungan ini seiring dengan prioritas visi misi Presiden di dalam pengembangan SDM unggul," kata Tito.

Kementerian Dalam Negeri yang merupakan pembina dan pengawas jalannya roda pemerintahan dan pembangunan daerah merasa berkewajiban mendorong Pemda untuk serius melakukan program ini di daerahnya masing-masing.

Perlindungan dan pencegahan anak dan perempuan dari tindak kekerasan merupakan hal yang sangat elementer untuk meningkatkan kualitas SDM yang unggul.

"Bukan saja hanya aspek recovery (pemulihan) yang kita tekankan kepada Pemda di dalam program ini, namun juga aspek pencegahannya, termasuk iklim sosiologis di masyarakat agar masyarakat semakin ramah terhadap kelompok rentan anak dan perempuan," ujar Mendagri. [rok]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA