Tarik Ulur Transisi Blok Rokan Terkait Investasi

IH
Oleh Indra Hendriana
Selasa 21 Januari 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan menjadi operator di Blok Rokan di tahun 2021 mendatang, setelah sebelumnya Blok ini dioperasikan oleh Chevron Pasific Indonesia (CPI). Keputusan ini setalah Pertamina jadi pemenang di Blok Rokan.

Namun, dimasa transisi ini belum ada putusan siapa yang akan melakukan pengeboran sumur di Blok tersebut. Sebab, apabila tidak dilakukan pengeboran sumur, maka penurunan produksi dipastikan akan terjadi.

Presiden Direktur Chevron Pacific Indonesia Albert Simanjuntak mengatakan, ada tiga opsi yang masih dibahas untuk investasi ngebor di Blok Rokan. Pertama, Chevron yang mendanai dan Chevron yang ngebor. Kedua, Chevron yang ngebor Pertamina yang mendanai, dan opsi terakhir Pertamina yang ngebor sekaligus mendanai.

Namun opsi pertama tidak akan pilih pasalnya Albert sudah memastikan tidak akan melakukan pengeboran di Blok Rokan karena sudah tidak ekonomis.

"Sejak 2019 kami kerjasama degan SKK Migas dan Pertamina. Bagaimana Pertamiana bor atau Chevron bor," kata Albert dalam rapat dengar pendapat di Komisi VII, Jakarta, Senin (20/01/2020).

Klaim dia, sejauh ini pihakhya terus melakukan kerjasama dengan Pertamina dan SKK Migas. Tujuannya untuk menjaga laju produksi Blok Rokan agar penurunan produksi bisa dijaga agar tidak terlalu jauh. "Mudah-mudahan solusi terealiasikan," kata dia.

Adapun sebelumnya, VP Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman menjelaskan pihaknya masih melakukan diskusi dengan Chevron terkait finalisasi transisi Rokan.

"Masih ada sejumlah detail yang harus diselesaikan, terkait dengan jumlah sumur pengembangan yang rencananya akan dibor di tahun 2020 dan masih dalam kajian teknis," kata dia.

Pertamina juga tak tinggal diam, ia mengatakan jika sudah ada kesepakatan untuk tahap awal akan dibor 20 sumur di tahun 2020. "Investasi telah kami siapkan," kata Fajriyah.[jat]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA