PT Martina Berto Dirikan Usaha Retail

WM
Oleh Wahid Ma'ruf
Selasa 21 Januari 2020
share
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Martina Berto Tbk (MBTO) membentuk dusaha baru dengan menempatkan modal disetor sebesar Rp49,5 juta ke dalam PT Tara Parama Semesta (PT TPS).

Pembentukan tersabut untuk memenuhi ketentuan menteri perdagangan No.15 tahun 2018. Dalam ketentuan tersebut mengatur produsen tidak boleh menjalankan usaha retail. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Senin (20/1/2020).

Namun tidak disebutkan dengan dana tersebut, besaran kepemilikan perseroan dalam PT TPS.

PT Martina Berto Tbk (MBTO) didirikan tanggal 01 Juni 1977 dan mulai beroperasi secara komersial sejak bulan Desember 1981. MBTO memiliki pabrik yang berlokasi di Pulo Kambing dan Gunung Putri, Bogor.

Pemegang saham pengendali Martina Berto Tbk adalah PT Marthana Megahayu Inti (66,82%), PT Marthana Megahayu (0,45%) dan PT Bringin Wulanki Ayu (0,48%). Untuk saham publik sebesar 32,1%.

Kegiatan usaha perusahaan terutama meliputi bidang manufaktur dan perdagangan jamu tradisional dan barang-barang kosmetika, serta perawatan kecantikan. Produk-produk Martina Bento menggunakan merek-merek, berikut ini: Sariayu, PAC, Biokos, Caring Colours, Cempaka, Dewi Sri SPA, Belia, Mirabella, Rudy Hadisuwarno, Solusi dan Jamu Garden. Saat ini, Martina Berto juga memiliki 24 gerai Martha Tilaar Shop (dulu bernama Puri Ayu).

Pada tanggal 30 Desember 2010, MBTO memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham MBTO kepada masyarakat sebanyak 355.000.000 dengan nilai nominal Rp100 per saham saham dengan harga penawaran Rp740 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 13 Januari 2011.

Pada penutupan perdagangan kemarin, saham MBTO berakhir di Rp99 per saham.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA