Tekanan AS ke Huawei Tak Berdampak Signifikan

WM
Oleh Wahid Ma'ruf
Selasa 21 Januari 2020
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Davos - Washington mungkin meningkatkan kampanyenya melawan Huawei, tetapi dampaknya terhadap bisnis akan minimal, pendiri raksasa telekomunikasi China tersebut, Ren Zhengfei.

Huawei telah menjadi target kekhawatiran AS atas tautannya ke pemerintah China. Washington menyatakan bahwa Huawei adalah risiko keamanan nasional karena peralatan jaringannya dapat digunakan untuk spionase oleh pemerintah China. Huawei menyangkal semua klaim.

Tahun lalu, Huawei dimasukkan dalam daftar hitam AS yang membatasi aksesnya ke teknologi Amerika. Ren mengharapkan tekanan itu berlanjut.

"Tahun ini AS mungkin akan semakin meningkatkan kampanye mereka melawan Huawei, tetapi saya merasa dampaknya pada bisnis Huawei tidak akan terlalu signifikan," kata Ren di Forum Ekonomi Dunia di Davos.

"Tahun ini pada tahun 2020, karena kami sudah mendapatkan pengalaman dari tahun lalu dan kami memiliki tim yang lebih kuat, saya pikir kami lebih percaya diri bahwa kami dapat bertahan dari serangan lebih jauh," tambahnya seperti mengutip cnbc.com.

Washington telah menekan sekutu, paling baru AS, untuk memblokir Huawei dari jaringan seluler generasi mendatang yang dikenal sebagai 5G. Sementara itu, AS sedang berusaha untuk memperkenalkan aturan yang dapat memblokir peningkatan jumlah barang buatan asing ke Huawei, menurut laporan Reuters awal bulan ini, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

Daftar hitam bahkan menyebabkan Huawei harus merilis smartphone andalan tanpa perangkat lunak Google Android berlisensi.

Tetapi Huawei telah berinvestasi dalam teknologi intinya sendiri selama beberapa tahun terakhir, termasuk chip dan perangkat lunak. Tahun lalu Huawei meluncurkan sistem operasinya sendiri, yang disebut HarmonyOS, tetapi belum memasangnya di salah satu smartphone-nya.

Ren mengatakan bahwa Huawei telah menghabiskan "ratusan miliar" untuk menyiapkan "rencana B," yang telah memungkinkan perusahaan untuk bertahan hidup.

"Jika kami memiliki rasa aman dari AS, kami tidak perlu membuat rencana cadangan ini. Karena kami tidak memiliki rasa aman itu, kami menghabiskan ratusan miliar untuk menempatkan rencana kami sendiri B. Itulah sebabnya kami bertahan pada serangan pertama," kata Ren.

Pendiri Huawei menambahkan bahwa AS "terlalu peduli" dengan perusahaannya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA