Dana IPO Diamond Food Jadi Modal PT Sukanda Djaya

IN
Oleh inilahcom
Rabu 22 Januari 2020
share
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) akan menggunakan dana hasil IPO mayoritas untuk penyetoran modal kepada salah satu perusahaan anak.

Rencana tersebut mencapai 80% masuk ke PT Sukanda Djaya untuk modal kerja pembelian persediaan. Sedangkan 20% lagi akan digunakan untuk modal kerja guna mendukung kegiatan operasional.

Chen Tsen Nan, selaku Direktur Utama DFI, menjelaskan selama ini kontribusi PT Sukanda Djaya untuk periode 7 bulan yang berakhir pada 31 Juli 2019 memberikan kontribusi sebesar 77,1% dari pendapatan konsolidasian Grup.

Secara historis pendapatan Grup Diamond dari penjualan produk bermerek terus meningkat dimana kenaikan tercatat 8,1% dari Rp4.212,4 miliar pada tahun 2016 menjadi Rp4.553,2 miliar pada tahun 2017, kembali meningkat 18,3% menjadi Rp5.384,4 miliar pada tahun 2018 dan pada 31 Juli 2019 meningkat 11,7% menjadi Rp3.402,6 miliar dari periode yang sama pada tahun 2018 sebesar Rp3.044,3 miliar.

Dengan catatan pertumbuhan yang sangat baik dalam Grup Diamond, Go-Public yang dilakukan DFI merupakan salah satu milestone dan membuka bab baru bagi DFI dalam sebuah lomba marathon.

Saat ini jaringan distribusi cold chain Grup Diamond telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia dengan 21 titik distribusi yang dioperasikan sendiri dan didukung lebih dari 900 armada pengiriman yang secara andal memasok produk ke 34 provinsi di Indonesia.

Philip Chen, selaku Direktur PT Diamond Food Indonesia Tbk., meyakini bahwa pertumbuhan demografi dan peningkatan daya beli masyarakat Indonesia akan sangat berdampak positif terhadap kemajuan bisnis perusahaan, didukung oleh kemampuan perusahaan dalam pendistribusian produk ke seluruh wilayah Indonesia dan portofolio produk yang beragam.

Sementara menurut Direktur BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia Diamond menjadi Perusahaan Tercatat ke-7 di 2020. "Sehingga, saat ini total jumlah Perusahaan Tercatat di BEI sebanyak 674 emiten. Di mata publik, Perusahaan Tercatat di BEI mempunyai kelas yang spesial," ucap Nyoman di Gedung BEI Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Pergerakan saham DMND pada awal perdagangan saham DMND langsung menguat sebesar 49,73 persen persen ke level Rp1.370 dari harga penawaran Rp915 per saham usai resmi mencatakan saham di BEI tadi pagi.

Kenaikan DMND hingga menyentuh titik autorejection atas tersebut ditopang oleh frekuensi transaksi sebanyak delapan kali dan volume transaksi sebanyak 232 lot. Untuk nilai transaksi DMND tercatat sebesar Rp31,78 juta.

Bahkan dalam catatan pada menit kelima perdagangan, frekuensi transaksi tercatat 39 kali dengan volume 719 lot, maka nilai transaksi mencapai Rp98,5 juta. [nes]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA