Bea Cukai dan Produsen NIKE di Sukabumi Bahas KB

IN
Oleh inilahcom
Rabu 22 Januari 2020
share
(Foto: Humas BeaCukai)

INILAHCOM, Bogor - Pemerintah melalui Bea Cukai memperluas pemberian insentif fiskal untuk mendorong industri, investasi, dan ekspor. Kebijakan yang diluncurkan terkait hal tersebut adalah ketentuan mengenai kawasan berikat melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 131/PMK.04/2018.

Peraturan ini mengatur antara lain kemudahan operasional pemasukan dan pengeluaran barang dengan memangkas 45 perizinan menjadi hanya 3 perizinan, proses pengurusan perizinan dilakukan secara online, dan kemudahan pelaksanaan subkontrak yang memungkinkan ekspor langsung dari Kawasan Berikat penerima subkontrak.

Salah satu pengguna fasilitas Kawasan berikat adalah PT Pratama Abadi Industri (PT Pratama), foreign investment company yang memiliki sejarah terlama dalam memproduksi sepatu atletik berkualitas tinggi merek NIKE di Indonesia. Sejak tahun 1989, perusahaan ini telah dikenal oleh masyarakat sebagai produsen sepatu yang mampu menyerap banyak tenaga kerja karena lebih banyak menggunakan tenaga manusia jika dibandingkan dengan tenaga mesin. Saat ini saja, karyawannya telah mencapai lebih dari 33.200 orang (41 lines).

Manager Ekspor Impor PT Pratama, Faisal, saat menerima kunjungan Kepala Kantor Bea Cukai Bogor dan jajarannya dalam rangka customs visit customer, Selasa (14/01), menjelaskan bahwa fasilitas kawasan berikat yang dimiliki PT Pratama menjadi bekal perusahaan ini dalam mengekspansi bisnisnya. Perusahaan yang berpusat di Serpong, Tangerang dan memiliki pabrik di Sukabumi ini merasakan manfaat yang ditawarkan fasilitas kawasan berikat, salah satunya ialah terbantu dalam setiap proses customs clearance.

Ia pun memberikan presentasi pengenalan perusahaan dalam acara yang menjadi program kerja Bea Cukai Bogor dalam menjalin sinergi dengan stakeholder tersebut. "Kami telah memasuki periode modernisasi sejak 2011. Saat ini, PT Pratama memiliki pengamanan berupa security personnel dan CCTV 24/7, customs supervision bonded zone area, serta physical check metal detector dan under-car mirror yang menjadi bagian dari main gate procedure. Ada pula employee identification, yaitu pemakaian seragam berbeda warna untuk karyawan di setiap factory atau unit. Kami juga melakukan control terhadap karyawan dengan finger print dan ID card," tambahnya.

Bicara tentang proses bisnis PT Pratama, Faisal mengungkapkan pihaknya menerapkan ERP system (enterprise resource planning), yang mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis pada operasi produksi maupun distribusi melalui UPC Label dan UCC label scan. Keamanan produk sangat dijaga mulai dari proses stacking, stuffing, hingga sealing dan delivery.

Mendengar pemaparan Faisal, Kepala Kantor Bea Cukai Bogor, Tatang Yuliono Tatang Yuliono, berjanji akan senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap perusahaan sehingga ke depannya PT Pratama dapat menjadi perusahaan yang mampu mendorong ekspor nasional dan dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi perekonomian bangsa. "Bea Cukai mendorong perusahaan-perusahaan Kawasan berikat untuk menjadi lebih kompetitif dan efisien dengan dipermudah prosedural operasionalnya dan dipastikan fasilitas fiskalnya, sehingga diharapkan mereka akan menjadi contoh untuk menarik investasi masuk ke Indonesia," ujarnya. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA