Bank BNI Hanya Catat Laba Naik 2,5%

IN
Oleh inilahcom
Kamis 23 Januari 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengantongi laba bersih Rp15,38 triliun sepanjang tahun 2019 atau hanya tumbuh 2,5% secara tahunan (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp15,02 triliun.

Padahal, tahun 2018, BNI mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 10,3% yoy dari posisi Rp13,62 triliun pada akhir 2017.

"Kinerja anak usaha berhasil menyumbang 11,6 persen dari laba yang diperoleh grup BNI pada 2019. Kontribusi kelima anak usaha terhadap kinerja BNI tumbuh 33,3 persen secara yoy," ujar Direktur Keuangan BNI, Ario Bimo di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Pertumbuhan laba bersih perseroan tahun lalu itu ditopang penyaluran kredit yang naik 8,6 persen yoy menjadi Rp556,77 triliun. Hal ini membuat pendapatan bunga (net interest income/NII) sebesar Rp36,6 triliun atau 3,3 persen dari tahun sebelumnya Rp35,45 triliun. Pertumbuhan NII tersebut mampu menjaga ROE (return on equity) pada posisi 14 persen akhir 2019.

Kinerja keuangan perseroan juga didorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp6,1 persen jadi Rp614,31 triliun. Pada 2018, BNI tercatat menghimpun DPK sebesar Rp578,78 triliun. Pada akhir 2019, aset perusahaan juga mengalami pertumbuhan 4,6 persen yoy menjadi Rp845,61 triliun dari tahun sebelumnya Rp808,57 triliun.

Menurut Ario Bimo, seiring dengan peningkatan NII, bank pelat merah ini juga mencatatkan peningkatan pendapatan non bunga (fee based income/FBI) sebesar 18,1 persen menjadi Rp11,36 persen dari tahun sebelumnya Rp9,62 triliun. Realisasi FBI ini, 27,4 persen di antaranya dari aktivitas bisnis internasional BNI melalui kantor-kantor BNI cabang luar negeri.[nes]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA