Di Davos, Luhut Kampanye Sawit RI Berkelanjutan

IN
Oleh inilahcom
Jumat 24 Januari 2020
share
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengenalkan Inisiatif Nomor Merah Putih. Ini adalah program untuk mendukung petani kelapa sawit mandiri skala kecil yang berkelanjutan di Indonesia.

Program tersebut diperkenalkan Luhut dalam World Economic Forum (WEF) 2020 di Davos, Swiss. "Ini saya pikir sangat penting bagi kami, kami memiliki 14 juta hektare lahan sawit, 41 persen dimiliki oleh petani sawit skala kecil, ini juga bagian dari SDG's. Sebagian besar kelapa sawit ini berada di daerah pedesaan, di Kalimantan, Sulawesi dan beberapa lainnya di Papua. Pemerintah akan selalu melindungi para petani sawit terutama yang skala kecil," kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Kata dia, Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar dunia. Selain itu, dari industri kelapa sawit, Indonesia bisa mengurangi tingkat kemiskinan. "Dari 41 persen yang dimiliki oleh petani kecil, saya kira itu mengurangi angka kemiskinan di Indonesia, dan itu karena kelapa sawit. Ketika minyak sawit turun dua tahun lalu, itu juga membawa masalah pada petani kelapa sawit skala kecil," tambahnya.

Karena itu, paparnya, melalui Inisiatif Nomor Merah Putih ini, diplomasi perdagangan yang diusung pemerintah RI semakin agresif. Tentu saja, tetap mengedepankan dialog. Penekannya adalah prinsip berkesinambungan dalam sektor kelapa sawit.

Perkebunan kelapa sawit harus tetap memperhatikan aspek lingkungan agar menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan, beragam upaya telah dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia, diantaranya dengan jalan moratorium dan penanaman kembali dan menumbuhkan plasma-plasma hingga mencapai 5-6 ton per hektar.

"Dan satu hal penting, setiap kebijakan yang kami keluarkan tidak akan mengorbankan lingkungan, pemerintah Indonesia tidak akan membuat kebijakan yang merusak lingkungan untuk generasi mendatang dan para cucu-cucu kita semua," tegasnya. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA