Harun Korban Benar, Tapi Korban Janji Partai

IN
Oleh inilahcom
Minggu 26 Januari 2020
share
Koordinator TPDI Petrus Selestinus - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pernyataan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai diperiksa sebagai saksi dalam perkara korupsi suap Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan, bahwa Harun Masiku adalah korban adalah pernyataan yang benar dan jujur. Karena Harun Masiku telah menjadi korban janji PDIP.


Hal tersebut disampaikan Koordinator TPDI Petrus Selestinus. Tak hanya itu, namun Harun Masiku, diduga telah menjadi korban salah urus partai, pertama, karena gagal mem-PAW Riezky Aprilia untuk memuluskan Harun Masiku menjadi Anggota DPR RI.

Kedua, biaya yang dikeluarkan Harun Masiku diduga untuk Wahyu Setiawan mem-PAW Riezky Aprilia terungkap lewat OTT KPK, sia-sia belaka; Ketiga, Harun Masiku dijadikan tersangka karena OTT KPK; Keempat, Harun Masiku menjadi korban kebohongan Yasona Laoly bahwa Harun Masiku melarikan diri ke Singapura; dan Kelima, Harun Masiku dimasukan dalam DPO dan dicekal KPK.


"Dengan demikian pernyataan Hasto Kristiyanto bahwa Harun Masuki menjadi korban, adalah 100% benar adanya, bukan karena tindakan KPK yang menetapkannya menjadi tersangka melainkan karena Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto salah urus Partai, salah menatakelola kader-kader Partai dan gagal melindungi kader-kader Partai yang mendapat dukungan suara pemilih terbanyak, tetapi sewaktu-waktu terancam dibuang karena pragmatisme dengan berlindung pada dalil Kedaulatan Partai," kata Koordinator TPDI Petrus Selestinus, lewat keterangan, Sabtu (25/1/2020).

Menurut Petrus, alasan Hasto pertahankan Harun Masiku menjadi Anggota DPR RI dengan berbagai dalil dan upaya bahwa Harun Masiku adalah kader potensial, pintar di bidang Hukum Ekonomi dan lulusan Inggris atas bea siswa Ratu Elisabeth, dinilai tak masuk akal. Pasalnya, Harun Masiku adalah kader Partai Demokrat yang baru migrasi jadi Anggota PDIP tahun 2019.


"PDIP banyak kader muda PDIP yang sudah berkeringat untuk Partai bahkan jauh lebih hebat dari Harun Masiku, satu demi satu dari mereka berguguran karena dipecat dan hilang dari peredaran karena tidak ada tempat baginya di PDIP karena kekritisannya," tandasnya. [wll]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA