Bangun UKM, Sekjen Kemendes Harap Kagama Migunani

IN
Oleh inilahcom
Minggu 26 Januari 2020
share
 

INILAHCOM, Bandung - Wakil Ketua Umum PP KAGAMA, Anwar Sanusi mengapresiasi Musyawarah Daerah (Musda) KAGAMA Jawa Barat yang telah berlangsung Minggu (26/1/2020).

Acara tersebut dihelat di Gedung Mojopia Barat, Kampus Corporate Telkom University, Bandung, Jawa Barat. Dodo Suhendar diputuskan sebagai Ketua Pengurus Daerah (Pengda) KAGAMA Jawa Barat periode 2020-2025.

Dodo merupakan alumnus Fakultas Kedokteran UGM angkatan 1982 yang kini juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Pemprov Jawa Barat. Dalam sambutannya, Anwar menyinggung tentang arah perkembangan KAGAMA pada 15-20 tahun ke depan.

Hal tersebut telah tertuang dalam Garis-garis Besar Haluan KAGAMA (GBHK) yang telah disepakati dalam Munas XIII KAGAMA di Bali beberapa waktu lalu.

Sekjen Kemendes PDTT ini mengatakan, diharapkan KAGAMA menjadi organisasi yang kokoh. Karenanya, pihaknya telah melakukan konsolidasi di mana-mana agar kepengurusan di daerah, cabang dan komunitas terbentuk.

"Tujuannya untuk mengumpulkan potensi yang ada. Di berbagai daerah, di luar negeri kita dorong, dan kita respon untuk yang pro-aktif," katanya dalam siaran pers, Minggu (26/1/201/2020).

"Kita bikin kartu alumni, kerja sama dengan berbagai pihak. Semua itu untuk tujuan konsolidasi. Ini kita galakkan sejak 2014, sampai sekarang ini," ujar alumnus FISIPOL UGM ini.

Selain kumpul-kumpul, Anwar juga menyampaikan supaya kehadiran KAGAMA di berbagai daerah turut bermanfaat atau migunani terhadap masyarakat setempat. Khususnya dalam membangun perekonomian nasional yakni sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Dia mengajak para alumni yang pastinya memiliki banyak potensi untuk menggalakkan kerja-kerja kolektif yang berdampak. "Berdampak tidak saja bagi kita sesama alumni, atau adik-adik kita yang masih mahasiswa, tapi juga bagi masyarakat," jelasnya.

Selain itu, lanjut Anwar, kerja kolektif tersebut juga berkesinambungan, tumbuh dan berkembang. "Ini mungkin proyeksi yang sedikit agak panjang. Barangkali pada periode setelah kita. Tapi Saya kira bisa kita mulai lakukan, galakkan dalam lima tahun ke depan," imbuhnya. [tar]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA