Bursa Jepang Pimpin Pasar Saham Asia Turun

WM
Oleh Wahid Ma'ruf
Senin 27 Januari 2020
share
 

INILAHCOM, Tokyo - Bursa saham Jepang diperdagangkan lebih rendah pada hari Senin (27/1/2020) karena investor tampaknya waspada dengan coronavirus yang menyebar cepat, yang dimulai di kota Wuhan di China.

Benchmark Nikkei 225 turun 1,83%. Sementara indeks Topix turun 1,47%. Yen Jepang, yang dianggap sebagai mata uang safe-haven, berpindah tangan pada 109,03 per dolar, melemah dari level sebelumnya di sekitar 108,72.

Di India, Nifty 50 turun 0,48%, sementara Sensex turun 0,55%. Volume perdagangan diperkirakan rendah karena banyak pasar Asia tetap tutup untuk liburan Tahun Baru Imlek.

Futures AS juga menunjukkan penurunan di Wall Street, dengan Dow Jones Industrial Average tersirat turun sekitar 250 poin pada pembukaan Senin.

Indeks dolar, yang mengukur dolar AS terhadap sekeranjang rekan-rekannya, diperdagangkan pada 97,868, naik dari level terendah sebelumnya di sekitar 97,783.

"Ketidakpastian terus membebani pasar dengan meningkatnya kekhawatiran tentang coronavirus yang mematikan dan menular, yang terus menyebar," Liz Kendall, ekonom senior di ANZ Research, menulis dalam catatan pagi seperti mengutip cnbc.com.

Lebih dari 2.700 orang di China telah terinfeksi oleh virus mirip-pneumonia mematikan yang berasal dari keluarga besar virus yang dikenal sebagai coronavirus.

Pihak berwenang China mengatakan 461 orang berada dalam kondisi kritis sementara 80 orang telah meninggal sejauh ini dari penyakit itu. Skala wabah virus sudah mempengaruhi ekonomi China, menurut data awal.

Secara internasional, lebih banyak kasus juga telah dilaporkan di negara-negara seperti Amerika Serikat, Singapura, Australia, dan Korea Selatan.

Harga emas naik pada hari Senin karena logam mulia dipandang sebagai aset safe haven di saat ketidakpastian. Emas spot naik 0,58% menjadi US$1.579,47 per ounce sementara emas berjangka AS naik 0,46% menjadi US$1.579,1.

Harga minyak turun selama jam perdagangan Asia karena para pedagang khawatir tentang permintaan minyak mentah sehubungan dengan wabah koronavirus. Minyak mentah berjangka AS turun 2,31% menjadi US$52,94 per barel sementara patokan global Brent turun 2,14% menjadi US$59,39.

Pasar di Australia, China, Hong Kong, Singapura, Korea Selatan, dan Taiwan ditutup untuk hari libur umum.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA