Bursa Saham AS Bisa Jatuh

WM
Oleh Wahid Ma'ruf
Senin 27 Januari 2020
share
(Istimewa)

INILAHCOM, New York - Indeks saham berjangka AS turun tajam pada Senin pagi (27/1/2020) setelah lebih banyak kasus virus korona dikonfirmasi pada akhir pekan, meningkatkan kekhawatiran tentang dampak virus pada ekonomi dunia.

Sekitar pukul 7 pagi ET, Dow Jones Industrial Average berjangka turun 426 poin. Data ini menunjukkan kerugian 438 poin pada pembukaan. S&P 500 dan Nasdaq 100 futures menunjukkan kerugian lebih dari 1% untuk memulai sesi seperti mengutip cnbc.com.

Sampai saat ini, ada 2.862 kasus yang dikonfirmasi di China dan jumlah kematian di China telah meningkat menjadi 81. Direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia sedang melakukan perjalanan ke China untuk bertemu dengan pejabat pemerintah dan kesehatan. Di AS, kasus koronavirus kelima dikonfirmasi pada akhir pekan.

Saham maskapai penerbangan Amerika dan Delta turun sekitar 3% di premarket. United meluncur 3,2% sebelum bel. Saham game seperti Las Vegas Sands dan Wynn Resorts masing-masing turun 7,2% dan 5,8%.

Di luar negeri, saham global terpukul, karena Nikkei 225 Jepang turun 2% sementara Dax Jerman kehilangan 2,3%. CAC 40 Prancis juga menarik lebih dari 2%. Indeks Stoxx 600 - yang melacak luas ekuitas Eropa, merosot 2%.

Tempat berlindung tradisional yang aman seperti Treasurys dan emas mendapat tumpangan karena kekhawatiran atas penyakit meresap. Imbal hasil Treasury AS 10-tahun turun menjadi 1,63% sementara emas berjangka naik 0,6% menjadi US$1.581,60 per ounce.

Cboe Volatility Index (VIX), yang secara luas dianggap sebagai pengukur rasa takut terbaik di Wall Street, melonjak menjadi sekitar 18 dari sekitar 14,5.

Kekhawatiran Coronavirus telah mengguncang investor sejak pekan lalu. Saham berakhir lebih rendah pada hari Jumat, menandai penurunan mingguan pertama mereka di tahun muda.

Saham komponen Dow Boeing juga membebani pasar di tengah laporan kecelakaan pesawat di Afghanistan. Awalnya dilaporkan sebagai pesawat dari Ariana Afghan Airlines milik negara.

Namun, Reuters sejak itu mengatakan bahwa akting CEO maskapai itu Mirwais Mirzakwal telah membantah bahwa salah satu pesawatnya jatuh. Saham Boeing turun lebih dari 1,5% di premarket.

Di depan data, angka penjualan rumah baru diharapkan pada pukul 10 pagi waktu ET dan angka produksi Dallas Fed akan jatuh tempo pada pukul 10:30 pagi waktu ET.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA