SBY Sebut Ada yang Mau Jatuhkan Sejumlah Menteri

FZ
Oleh Fadhly Zikry
Senin 27 Januari 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan telah mendapat laporan mengenai adanya upaya membentuk Pansus kasus Jiwasraya meskipun belum terealisasi di DPR.

"Di kalangan DPR RI mulai dibicarakan desakan untuk membentuk Pansus. Tujuannya agar kasus besar Jiwasraya bisa diselidiki dan diselesaikan secara tuntas. Bahkan, menurut sejumlah anggota DPR RI dari Partai Demokrat, yang menggebu-gebu untuk membentuk Pansus juga dari kalangan partai-partai koalisi. Tentu ini menarik. Meskipun belakangan kita ketahui bahwa koalisi pendukung pemerintah lebih memilih Panja. Bukan Pansus," kata SBY, Senin (27/1/2020).

Bahkan SBY mengaku mendapat informasi yang lebih detil, ada upaya Pansus akan digiring untuk menjatuhkan tokoh tertentu.

"Ketika saya gali lebih lanjut mengapa ada pihak yang semula ingin ada Pansus, saya lebih terperanjat lagi. Alasannya sungguh membuat saya geleng kepala. Katanya, untuk menjatuhkan sejumlah tokoh. Ada yang dibidik dan harus jatuh dalam kasus Jiwasraya ini. Menteri BUMN yang lama, Rini Sumarno harus kena. Menteri yang sekarang Erick Thohir harus diganti. Menteri Keuangan Sri Mulyani harus bertanggung jawab. Presiden Jokowi juga harus dikaitkan," tuturnya.

Namun lanjut Ketua Umum Partai Demokrat itu, informasi tersebut belum dapat dibenarkan.

"Mendengar berita seperti ini, meskipun belum tentu benar dan akurat, saya harus punya sikap. Sikap saya adalah tak baik dan salah kalau belum-belum sudah main target-targetan," tandasnya.

Saat ini Kejagung sudah menetapkan 5 tersangka kasus Jiwasraya. Mulai dari pejabat Jiwasraya hingga swasta. Mereka yaitu, Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, Dirut PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, serta mantan Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan. [ton]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA