Serapan KUR Pertanian Capai Rp577 M Per 24 Januari

IN
Oleh inilahcom
Selasa 28 Januari 2020
share
 

INILAHCOM, Makassar - Kementerian Pertanian mengklaim serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp577 miliar. Serapan KUR yang dikhususkan untuk sektor pertanian ini terjadi hingga 24 Januari 2020.

Hal itu dikemukakan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan Sarwo Edhy pada sosialisasi Pemanfaatan dan KUR dan Implementasi Konstratani di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu 25 Januari 2020.

Sarwo Edhy mengatakan, Kementan diamanahkan untuk menyalurkan dana KUR sebesar Rp50 triliun pada 2020. Dana ini untuk petani dalam mengembangkan budidaya komoditas pertanian, tanaman hortikultura, maupun perkebunan.

Dari Rp577.277.806.350 dana KUR yang terserap, rinciannya untuk tanaman pangan Rp180.145.798.600, hortikultura Rp59.654.250.000, perkebunan Rp186.538.577.750, peternakan Rp114.759.200.000, kombinasi Rp29.988.500.000, dan jasa pertanian Rp6.191.500.000. "Dana KUR itu bunganya 6 persen jauh lebih rendahnya dibandingkan bunga kredit sebelumnya," kata Sarwo Edhy.

Berkaitan dengan penyaluran KUR itu, Bank BNI, BRI dan Bank Mandiri akan menjadi penyalur di semua daerah di Indonesia. Khusus di Sulsel, penyaluran KUR mencapai Rp 1 triliun seperti pengajuan dari Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah.

Kalaupun terjadi gagal panen karena sesuatu sebab, misalnya faktor alam, maka petani tidak akan menanggung kerugian, selama menjadi anggota asuransi pertanian. "Karena itu, petani didorong untuk ikut asuransi pertanian, karena kebencanaan tidak dapat diprediksi kedatangannya," katanya.

Dia mengatakan melalui asuransi padi ini diyakini dapat dijangkau oleh para petani yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. "Asuransi ini petani hanya bayar Rp36 ribu dan pemerintah mensubsidi Rp144 ribu untuk areal satu hektare per musim. Apabila terjadi gagal panen atau bencana alam, maka Jasindo akan mengganti Rp6 juta per ha per musim," katanya.

Begitu pula untuk asuransi peternakan, peternak hanya membayar premi Rp40 ribu per tahun untuk 1 ekor ternak, dan pemerintah membayarkan Rp160 ribu per tahun, sehingga jika ternak hilang, maka Jasindo akan mengganti Rp10 juta per ekor. [*/psp]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA