Ketua KPU‎ Beberkan Hasil Pemeriksaan Penyidik KPK

IS
Oleh Ivan Setyadhi
Rabu 29 Januari 2020
share
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman - (Foto: Inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengakui sempat ditanya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai aliran dana terkait proses Pergantian Antarwaktu (PAW) caleg PDIP.

Arief mengklaim tidak menerima apapun terkait proses tersebut."Nggak (ditanya soal pengetahuan mengenai aliran suap Wahyu). Cuma saya ditanya pak Arief terima juga enggak, haha, saya bilang enggak lah," kata Arief usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Arief pada hari ini diperiksa penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan suap proses PAW caleg PDIP yang menjerat mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Arief mengaku dicecar penyidik dengan sekitar 22 pertanyaan. Materi pemeriksaan, kata Arief masih seputar tugas dan kewenangannya sebagai Ketua KPU. Selain itu, Arief juga dicecar penyidik mengenai hubungannya dengan Wahyu Setiawan dan Komisioner KPU lainnya.

"Terkait dengan relasi saya kepada pak Wahyu, cara kerja saya, pak wahyu dan para anggota KPU," katanya.

Arief juga dicecar mengenai respon KPU terkait permintaan PDIP agar Harun Masiku ditetapkan sebagai anggota DPR menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019. Arief mengklaim, keputusan KPU menetapkan Riezky Aprilia sebagai anggota DPR telah sesuai aturan yang berlaku. Keputusan itu pun telah disampaikan KPU kepada PDIP.

"Siapapun bisa mengajukan PAW, tetapi pengajuan itu diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami memproses sesuai aturan yang berlaku," katanya. [hpy]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA