Bahlil: Realisasi Investasi Luar Jawa Naik 47%

IN
Oleh inilahcom
Rabu 29 Januari 2020
share
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi investasi luar Jawa cukup signifikan yakni 47% atau setara Rp103,8 triliun.

Capaian itu naik 22,6% pada triwulan IV 2019 dibandingkan periode sama 2018. "Realisasi di luar Pulau Jawa dan di Pulau Jawa itu sudah hampir sama. Di luar Jawa sekitar 47 persen dan di Jawa 53 persen," kata dia di Jakarta, Rabu (29/1/2020). Realisasi investasi di Pulau Jawa mencapai Rp104,5 triliun, atau meningkat 3,2% pada periode triwulan IV 2019, dibandingkan pada periode yang sama 2018.

Ia mengatakan, fokus para investor saat ini dalam rangka menginvestasikan bisnisnya di Indonesia tidak lagi tertuju secara penuh di Pulau Jawa. Namun, di luar Jawa juga menjadi target mereka. Hal tersebut bisa terjadi karena infrastruktur di luar Pulau Jawa sudah semakin membaik meskipun tidak sebaik di Pulau Jawa.

Dampak dari pembangunan tadi secara perlahan ditangkap oleh investor sebagai lokasi menanamkan modal. Selain faktor pembangunan infrastruktur tadi, arahan Presiden terkait setiap investasi yang masuk harus berorientasi pada cipta lapangan kerja juga membawa dampak. Oleh karena itu, BKPM melalui fasilitas investasi mampu menciptakan lapangan kerja sebanyak 1.033.835 orang. "Angka tersebut saya pikir cukup luar biasa dan harus disyukuri bersama," ujar dia.

Pada periode triwulan IV 2019, Provinsi Jawa Barat masih menjadi lokasi dengan nilai realisasi investasi terbesar yaitu Rp35,4 triliun atau 17%; diikuti DKI Jakarta Rp28,3 triliun atau 13,6%. Selanjutnya di urutan ketiga Provinsi Banten sebesar Rp15 triliun atau 7,2%; Sulawesi Tengah Rp13 triliun atau 6,2%; dan Jawa Tengah Rp12,3 triliun setara 5,9 persen. Secara umum, ujar dia, para pengusaha nasional sudah mulai yakin bahwa perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Tanah Air semakin baik. Hal tersebut juga dilatarbelakangi beberapa faktor di antaranya isu politik yang sudah berakhir. "Jadi pesta politik ini sudah berakhir. Dulu waktu Oktober 2019 kurang lebih Rp601 triliun realisasi investasi. Namun sekarang sudah Rp809 triliun," katanya.[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA