Sawit Berkelanjutan, Astra Agro Gandeng Instiper

IN
Oleh inilahcom
Rabu 29 Januari 2020
share
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Demi mengembangkan industri sawit berkelanjutan, PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) merangkul Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta.

Kerja sama ini tertuang dalam penandatangan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman tentang Riset, Inovasi, dan Kajian Pengembangan Industri Berkelanjutan. Penandatanganan itu, demikian Astra Agro dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu (29/1/2020) dilakukan Rektor Instiper, Dr Harsawardana dan Wakil Presiden Direktur Astra Agro, Joko Supriyono di Auditheater Instiper, Yogyakarta, Selasa (28/1/2020).

Harsawardana menjelaskan, nota kesepahaman tersebut dimaksudkan untuk memberikan payung hukum bagi penyelenggaraan kerjasama untuk memenuhi kebutuhan dan memperoleh manfaat yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Diharapkan, kesepahaman tersebut dapat mewujudkan hubungan kerjasama antara Instiper dan Astra Agro dengan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki guna mendukung pencapaian tujuan bersama.

"Ruang lingkup kerjasama ini meliputi kerjasama untuk melakukan riset dan inovasi teknologi sepanjang rantai pasok bisnis industri kelapa sawit, mengembangkan pusat pengetahuan, pendidikan dan pengembangan, SDM perkelapa-sawitan, melakukan kajian kebijakan pengelolaan dan pengembangan penerapan sistem produksi dan bisnis rantai pasok kelapa sawit, serta mengumpulkan dan mengelola informasi dalam bentuk system big data yang kredibel," kata Harsawardana.

Serangkaian acara penandatanganan nota kesepahaman tersebut juga dilakukan kuliah umum yang disampaikan M Hadi Sugeng Wahyudiono, Chief Agronomy, Research Officer Astra Agro dengan topik "Peran Strategis dan Tantangan Keberlanjutan Industri Kelapa Sawit Indonesia"

Selain diikuti dosen dan mahasiswa Instiper, kuliah umum tersebut juga dihadiri oleh Wakil Presiden Direktur Astra Agro Joko Supriyono, dan Direktur Operasional Astra Agro, Rujito Purnomo. Dalam pelaksanaan nota kesepahaman ini Instiper menugaskan Pusat Sains Kelapa Sawit (PSKS) dengan dukungan Fakultas dan LPPM di lingkup Instiper.

Sedangkan dari Astra Agro menugaskan unit-unit kelembagaan yang tersedia di lingkup Astra Agro. Nota kesepahaman dilaksanakan paling lama enam bulan setelah nota kesepahaman tersebut ditandatangani. Dan, berlaku lima tahun, terhitung sejak ditandatangani.

Adanya nota kesepahaman tersebut diharapkan mampu mendukung program pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia. Terutama dengan telah dicanangkannya B30 sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA