Nadiem Dianggap Sosok Reformis Kemerdekaan Belajar

MY
Oleh M Yusuf Agam
Rabu 29 Januari 2020
share
Rektor UNJ Komarudin Sahid - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Rektor UNJ Komarudin Sahid mengatakan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) jadi sosok berpikir radikal dengan terobosan konsep Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka di era reformasi.

"Mas Nadiem jadi sosok yang membuka luas institusi pendidikan untuk menyesuaikan dan mampu menjawab tantangan zaman melalui sumber daya manusianya (SDM)," ucap Komarudin, Selasa (28/1/2020).

Komarudin menuturkan, Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka adalah reformasi proses pendidikan guna mancapai arah peningkatan mutu institusi dan berkembangnya potensi SDM.

"Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka adalah proses yang sedang diubah mas Nadiem, dari pola lama ke sesuai zaman supaya unggul," ujar Komarudin.

Sementara itu, pengamat pendidikan dari UPI, Ace Suryadi, mengungkapkan, perubahan pola sistem pendidikan memang sudah mendesak dilakukan di Indonesia.

"Nadiem memberlakukan konsep yang memang diperlukan, Nadiem mereformasi dengan Merdeka Belajar. Menyeimbangkan antara teori pelajaran dan terapan, menumbuhkan keahlian serta analisa," kata Ace.

Ace menilai, Merdeka Belajar yang dicetuskan Nadiem Makarim merupakan bagian utama dari perbaikan program pendidikan Indonesia.

Diketahui, sejak dilantik Presiden Jokowi tanggal 23 Oktober, Nadiem Makarim telah menetapkan dua skema pendidikan terbaru untuk diberlakukan ke depannya.

Untuk di jenjang dasar dan menengah dikenal dengan Merdeka Belajar. Ada empat kebijakan Merdeka Belajar disampaikan Nadiem Makarim yaitu, mengubah UN, penyederhanaan RPP Guru, kemudahan PPDB zonasi dan mengganti USBN.

Selanjutnya di perguruan tinggi adalah Kampus Merdeka yang menyangkut kemudahan re-akreditasi kampus, hak belajar mahasiswa di luar program studinya selama tiga semester, otonomi membuka program studi baru dan perubahan status perguruan tinggi berbadan hukum. [adc]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA