Istri Bantah Yudi Aktivis JAKI Lakukan Makar

MY
Oleh M Yusuf Agam
Jumat 31 Januari 2020
share
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Aktivis JAKI, Yudi Syamhudi Suyuti yang juga pendiri Negara Rakyat Nusantara diamankan Bareksrim Polri karena diduga melakukan makar dan menyebarkan berita bohong. Yudi langsung ditahan Bareskrim Polri.

Istri Yudi bersama kuasa hukum datang menyambangi Bareskrim untuk meminta penangguhan penahanan Yudi. Pendiri Sekretariat Kampanye UNWCI Indonesia, Hartsa Masirul membantah Yudi melakukan makar.

Hartsa menyampaikan konteks Yudi bicara ingin membubarkan NKRI disalahartikan. Menurutnya, Yudi kala itu tengah melakukan penelitian dan mengajak audiens nya untuk waspada terhadap orang-orang yang akan membubarkan NKRI.

"Tidak puas dari pemeriksaan kemarin. Bahwa kami melihat itu tidak terbukti sama sekali ya. Dimaksud hal itu mas Yudi sedang melakukan penelitian, mas Yudi ini adalah mantan dosen sehingga dia ingin memberikan sumbangsih atas keprihatinan mas Yudi terhadap bangsa dan negara. Saudara utamanya yang menjadi objek penelitian dia. Sehingga bagaimana kalau mendekati saudara-saudara sebangsa tidak percaya atau mau adanya pemerintahan Indonesia ingin melepaskan diri otomatis mas Yudi harus ikut seolah-olah seperti mereka. Menjadi dasar penelitian mas Yudi sehingga menghasilkan resolusi bagaimana mereka kita tarik kembali menjadi warga negara Indonesia yang baik mengakui pangkuan ibu pertiwi," ucap Hartsa di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono sebelumnya menjelaskan penangkapan Yudi berdasarkan Laporan warga dengan nomor LP/B/0041/I/2020/Bareskrim, tanggal 22 Januari 2020. Yudi diduga memberikan pernyataan bohong dalam sebuah video yang diunduh di Youtube pada tahun 2015 lalu.

"Memberikan pernyataan sikap atas NKRI menggunakan nama Negara Rakyat Nusantara yang kemudian diunduh dalam Link Youtube Channel https://www.youtube.com/watch?v=ghOnjkTbFfk," kata Brigjen Argo dalam keterangannya.

Dalam pernyataan itu, Yudi mengajak masyarakat untuk membubarkan NKRI dan mengganti dengan negara rakyat nusantara. Brigjen Argo mengatakan Yudi langsung ditahan.

"Negara Rakyat Nusantara adalah negara yang sedang kita perjuangkan yang mewakili rakyat-rakyat bangsa-bangsa nusantara yang sebelumnya sudah ada sebelum NKRI. Mengajak untuk membubarkan NKRI dan akan menggantikan dengan negara rakyat nusantara. NKRI sekarang sudah mengalami kebuntuan dan sangat kritis kalo bisa dibilang sistem NKRI sistem yang telah membusuk. Kita nyatakan mau tidak mau dengan pikiran yang jernih dan hati yang besar kita harus merelakan membubarkan NKRI," begitu pernyataan Yudi.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 1 buah Flashdisk berisi rekaman video, 1 HP Samsung, dan 1 lembar Screenshot video pernyataan pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 110 KUHP Jo Pasal 107 KUHP Jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 207 KUHP dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-undang No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, maksimal hukuman 20 tahun penjara. [adc]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA