Rizal Ramli: Daya Beli Seret Gegara Kebijakan SMI

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 01 Februari 2020
share
DR Rizal Ramli - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi), tantangan ekonomi yang dihadapi semakin berat. Yang kasat mata, daya beli rakyat turun drastis. Semua lantaran pengetatan anggaran dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI).

Hal itu disampaikan ekonom senior DR Rizal Ramli kepada wartawan di Jakarta, Jumat (31/1/2020). "Banyak yang bertanya, sekarang cari uang kok susah sekalu. Saya jawab dengan sederhana begini," papar Rizal.

Dijelaskan mantan Menko Kemaritiman di Kabinet Kerja bentukan Presiden Jokowi itu, pada 2019, pertumbuhan kredit cuman 7%. Beda jauh ketika perekonomian sedang normal, pertumbuhan kredit di kisaran 15%-18%. "Yang memicu ekonomi saat ini begitu sulitnya, daya beli rakyat sangat-sangat turun adalah pengetatan," ungkapnya.

Menurut mantan Menko Ekuin di pemerintahan Abdurrahman Wahid ini, sebagian besar uang tersedot untuk memborong Surat Utang Negara (SUN). "Karena, menkeu 'terbalik' yang bunganya (SUN) lebih tinggi dari bunga deposito. Akibatnya, tahun ini, pertumbuhan kredit bakal lebih rendah lagi," tuturnya.

Kata bang RR, sapaan akrabnya, telah terjadi pengetatan ganda atau double squeezes yakni moneter dan fiskal. Pengetatan ganda itu akan semakin menekan daya beli dan perekonomian. "Telah terjadi effek "Crowding Out" karena utang ugal2an. Penghapusan subsidi pupuk, gas, kenaikan BPJS, Toll akan semakin membuat susah rakyat," pungkasnya. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA