3.180 Warga Mojokerto Lulus Tes CPNS

IN
Oleh inilahcom
Minggu 02 Februari 2020
share
(beritajatim)

INILAHCOM, Mojokerto - Sebanyak 3.180 orang yang mengikuti tes CPNS Kota Mojokerto dinyatakan lolos seleksi administrasi dari 3.829 pelamar yang mendaftar sebelumnya.

Dari 3.180 orang nantinya, akan memperebutkan 126 formasi yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan mengapresiasi pelaksanaan tes CPNS yang berjalan sesuai rencana. "Meskipun, di awal sesi pertama sempat mengalami trouble pada jaringan atau lemot tapi dengan tanggap dan cepat, langsung ditangani oleh petugas teknis untuk berpindah tempat," ungkapnya.

Pihaknya berharap, pelaksanaan tes CPNS yang pertama kali dilakukan di Kota Mojokerto tersebut berjalan lancar sehingga bersama instansi terkait dilakukan peninjauan.

"Info yang kami dapatkan, di antara infrastruktur atau gedung (penyelenggaraan CPNS) milik Pemkot Mojokerto yang paling representatif. Jadi jika ada usulan pelaksanaan tes CPNS di sini lagi, untuk tahun-tahun selanjutnya, lima atau enam daerah, kami siap menampung," imbuhnya.

Kepala Kantor Regional II BKN Surabaya Tauchid Djatmiko menambahkan, hasil tes CPNS dapat dilihat secara langsung di lokasi. Dimana, Pemkot Mojokerto menyediakan dua monitor besar di ruang tunggu bagi pengantar. Hal itu untuk melihat hasil ujian secara real time.

"Ini artinya, tidak ada yang bisa mengintervensi. Bahkan, Bu Wali Kota pun tidak bisa titip. Karena, pada saat password dimasukkan pertama kali oleh peserta, saat itu pula soal muncul. Dan pada saat selesai ditutup oleh peserta, saat itu pula soal hilang," jelasnya.

Selain Kota Mojokerto ada Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang yang turut menyelenggarakan tes CPNS di GMSC. Untuk hari pertama sampai hari ketiga, atau tanggal 1 Februari sampai 3 Februari 2020, tes CPNS untuk Kota Mojokerto terbagi menjadi tiga sesi dengan jumlah peserta 265 orang per sesi.

Sedangkan Kabupaten Mojokerto, yang pelaksanaannya dimulai pada 4 Februari sampai 7 Februari 2020, terbagi menjadi lima sesi dengan jumlah peserta 280 orang per sesi. Sementara untuk Kabupaten Jombang, dimulai pada 8 Februari sampai 13 Februari 2020, terbagi menjadi lima sesi dengan jumlah peserta 280 orang per sesi. [beritajatim]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA