Ibu Kota Baru Bawa Berkah Bagi DMS Propertindo

IN
Oleh inilahcom
Rabu 05 Februari 2020
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur, berdampak besar bagi sejumah kota di sekitarnya, termasuk Samarinda.

Ya, lantaran Kota Samarinda diproyeksikan menjadi salah satu kota terbesar dan paling penting. Melihat peluang ini, PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) tertarik untuk mengembangkan proyek strategis berupa rumah tapak dan area komersial bernama Accola Garden Samarinda.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Samarinda yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur, terus meningkat. Didukung aktivitas industri perdagangan dan pengolahan sumber daya alam yang merupakan penggerak utama. Walaupun sempat melemah akibat sektor batubara, semenjak 2017 mulai bergerak positif 3,54%.

Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan tol sepanjang 99,35 km yang menghubungkan Balikpapan dan Samarinda akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang positif. Dan, dengan berkembangannya berbagai sektor properti, termasuk didalamnya kawasan komersial dan hunian kelas menengah, akan semakin membentuk economic base wilayah tersebut.

Samarinda memerlukan sebuah kawasan yang terpadu, berskala besar dan terencana dengan baik. Dengan demikian, proyek PT DMS Propertindo Tbk dapat menjadi market leader. Karena itu, perseroan memandang perlu untuk menyesuaikan berbagai perencanaan utama dengan rencana pemerintah dalam merelokasi Ibu Kota Negara.

Saat ini, PT DMS Propertindo Tbk melalui anak usahanya, PT DMS Prima Sentosa (DMSPS), memiliki persediaan tanah seluas 49,2 hektare (ha) di Samarinda yang akan dikembangkan untuk proyek Accola Garden Samarinda.

Analis OSO Sekuritas, Sukarno Alatas mengakui bahwa Samarinda adalah kota yang strategis, terlebih dekat dengan kawasan yang akan menjadi Ibu Kota baru. Hal ini tentu akan menguntungkan pengembang properti seperti PT DMS Propertindo Tbk yang telah memiliki cadangan lahan (landbank) di sana. "Secara tidak langsung ada potensi yang bisa berdampak positif," kata Sukarno.

Pemerintah, kini sedang melakukan kajian pra-masterplan terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara ke Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara.

Pendapat senada disampaikan analis Binaartha Sekuritas, Nafan Aji Gusta, relokasi ibu kota negara ke Kaltim, menjadi sentimen positif bagi emiten properti yang memiliki proyek di sekitar wilayah tersebut, salah satunya Samarinda.
"Tentu kota-kota di sekitarnya berpotensi memiliki infrastruktur yang lebih progresif, semisal di Samarinda," ujarnya.

Dengan demikian, menurut dia, hal itu akan mendorong pembangunan kawasan hunian yang juga seiring dengan meningkatnya permintaan dari masyarakat. Sementara itu, berdasarkan keterangan PT DMS Propertindo Tbk, proyek Accola Garden Samarinda didesain sedemikian rupa, sehingga menciptakan sebuah kawasan hunian yang mampu mengakomodasi gaya hidup modern masyarakat urban. Berada tepat di jalan utama menjadikan Accola Garden Samarinda sebagai kawasan yang eksklusif dengan aksesibilitas yang prima.

Informasi saja, PT DMS Propertindo Tbk mencatatkan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2019. Selama penawaran umum perdana (initial public offering/IPO), perseroan melepas 9,3 miliar saham dengan banderol Rp200 per saham. Dana yang berhasil dikumpulkan Rp186 miliar.

Pada perdagangan Jumat (31/01/2020), saham perseroan berkode KOTA ditutup naik Rp10 (1,3%) ke posisi Rp770. Jika dibandingkan dengan harga perdana, KOTA telah memberikan keuntungan (capital gain) sebesar 285%. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA