BKH : Pansus Jiwasraya Dibilang Bikin Gaduh

IN
Oleh inilahcom
Jumat 07 Februari 2020
share
Anggota Komisi III Fraksi Demokrat, Benny K Harman - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi III Fraksi Demokrat, Benny K Harman (BKH), ikut menanggapi ketika momen menegangkan saat pidato Presiden AS Donald Trump di DPR. Lalu Trump menolak jabat tangan Ketua DPR Nancy Pelosi, dan di akhir pidato Trump, Pelosi dengan santai menyobek salinan pidato sang presiden.

"Hebat demokrasi di Amerika ini. Ketua DPRnya sungguh berwibawa.
Tidak takut gaduh!," cuit akun Twitter @BennyHarmanID, dikutip Kamis (6/2/2020).

Lalu, BKH membandingkan dengan kondisi yang sedang terjadi di DPR RI, terutama dalam upaya membongkarvkasus dugaan korupsi di asuransi PT Jiwasraya. Adapun kasus ini disinyalir, menggunakan modus operandi yang cukup canggih, teroganisir dan sistematis.

"Di Indonesia, bikin Pansus utk ungkap korupsi Jiwasraya saja di bilang bikin gaduh. Presiden perlakukan pimpinan dewan seperti pegawainya, DPR kembali menjadi rubber stamp pemerintah. Liberte," tulis BKH.

Seperti diketahui, kasus gagal bayar Asuransi Jiwasraya mencuat ke publik usai menunda pembayaran polis yang jatuh tempo pada 10 Oktober 2018 lalu. Nilai polis yang harus dibayar sebesar Rp 802 miliar.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan 5 orang sebagai tersangka. Di antaranya, mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, mantan Kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan dan, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo. Komisaris PT Hanson Tradisional Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat

Lalu Fraksi Partai Demokrat dan PKS di DPR mendorong pembentukan pansus tetap berjalan dengan menggunakan hak angket. Pasalnya, kasus gagal bayar Jiwasraya banyak merugikan negara, yakni hingga Rp 13,7 triliun.


Sementara itu Komisi VI DPR RI memilih membentuk Panitia Kerja (panja) daripada pansus. Bahkan, Komisi III DPR RI pun, sepakat membentuk panja, dan segera ditindaklanjuti dengan rapat tertutup bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin. [wll]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA