Virus Corona Bikin Harga Batubara Melejit, Lho?

IH
Oleh Indra Hendriana
Jumat 07 Februari 2020
share
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi

INILAHCOM, Jakarta - Harga batubara acuan (HBA) pada bulan Februari naik tipis apabila dibandingkan dengan bulan Januari 2020. HBA bulan Februari senilai US$ 66,89 /ton dari sebelumnya US$ 65,93 /ton.

"HBA Februari 2020 sebesar US$ 66,89 per ton. Naik dibandingkan dengan Januari 2020," Kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi dikutip Jumat (7/2/2020).

Menurut Agung, kenaikan HBA ini dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain, dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan batubara dari tambang di China. Berkurangnya pasokan itu setelah ada libur Tahun Baru Imlek.

"Dan adanya penyebaran virus (Corona) serta penurunan produksi batubara Australia karena adanya kebakaran hutan di Australia. Sementara itu, permintaan batubara meningkat selama musim dingin di China, Jepang, dan Korea Selatan," kata dia.

Adapun harga batu bara tersebut, akan digunakan untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel).

Nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batu bara yang umum digunakan dalam perdagangan batu bara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 di bulan sebelumnya. [tar]





# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA