Mulfachri Ingin Fokus Besarkan PAN

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 08 Februari 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Calon Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Mulfachri Harahap memastikan dia bakalan fokus membesarkan PAN. Kemudian tak bakal mencalonkan diri sebagai calon presiden atau calon wakil presiden dalam Pemilu 2024 nanti.


"Apa yang saya lakukan jika jadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional, saya akan lakukan kosolidasi secara masif," katanya, Sabtu (8/2/2020).

Mulfachri menekankan bakal meluangkan banyak waktu guna bekerja memajukan partai serta pengotimalan kaderisasi.

"Saya insyallah punya waktu cukup untuk bekerja untuk kepentingan partai. Melakukan kosolidasi, melakukan pelatihan agar partai yang sejatinya organisasi kader kembali kejati dirinya saya lakukan," pungkasnya.

Untuk diketahui Mulfachri mendaftar Caketum ditemani para pengurus PAN. Diantaranya adalah Chandra Tirta Wijaya, dan lain-lain. Mereka diterima oleh Sekertaris Steering Committee Kongres PAN, Saleh Partaonan Daulay.

Perlu diketahui, perolehan suara nasional dan kursi DPR RI dari PAN pada Pemilu 2019 menurun. Pengurus dan kader partai pun sempat prihatin dibuatnya.

Diantaranya seperti yang diakui oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, Noviantika Nasution. Noviantika mengaku sedih dengan perolehan suara partai yang kian anjlok.

"Sedih. Enggak ada kader yang bersedih atau prihatin kalau perolehan partainya menurun," katanya.

Sebagaimana diketahui, dari empat Ketua Umum yang pernah menjabat, pada masa kepemimpinan Zulkifli Hasan (Zulhas) lah perolehan suara PAN paling rendah. Sebab, partai yang berdiri pasca reformasi itu hanya mendapat urutan delapan dari sembilan partai politik di Senayan. PAN cuma mendapat 44 kursi di Pemilu 2019 atau menurun empat kursi dari periode sebelumnya.

Lebih lanjut Noviantika menilai, ada beberapa faktor penyebab kursi PAN menurun di Pemilu 2019. Salah satunya yakni karena kesalahan dalam manajerial partai. Untuk itu ke depan, PAN perlu Ketum yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Sosok Ketum juga harus memiliki kapasitas mempuni.

"Kalau DPP Partai melakukan proses tata kelola yang baik, tentu ke bawahnya akan baik juga," tutupnya. [wll]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA