PT Lancartama Incar Dana Rp35 M di BEI dari IPO

IN
Oleh inilahcom
Senin 10 Februari 2020
share
(inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) mengaretkan dapat mengumpulkan dana hasil penawaran Umum adalah sebanyak Rp35 miliar. Saham TAMA akan mulai tercatat di Bursa EFek Indonesia (BEI) pada pagi ini, Senin (10/2/2020).

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, penyewaan ruang kantor dan hunian ini, mematok harga perdana Rp175 per saham dengan melepas sebanyak 200 juta lembar saham baru atau Sebanyak 20 persen dari modal disetor penuh perseroan.

Perseoran menunjuk PT NH Korindo Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek menjamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap penawaran umum perseroan.

Perseroan secara bersamaan juga menerbitkan Sebanyak 100.000.000 (seratus juta lembar) Waran Seri I yang menyertai Saham Baru Perseroan atau Sebanyak 12,50 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini.

Total dana dari hasil Pelaksanaan Waran Seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp28,8 miliar.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO sebesar 82,89 persen akan digunakan untuk pembelian aset berupa tanah dan bangunan dari pihak terafiliasi Perseroan, Sisanya sebesar 17,11 persen akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan, dimana modal kerja tersebut akan digunakan untuk membiayai kegiatan operasional Perseroan baik di bidang konstruksi dan penyewaan kantor dan hunian.

Dana hasil pelaksanaan saham dan Waran Seri I akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan, dalam bentuk investasi jangka panjang seperti pembelian tanah, bangunan, kendaraan dan mesin dan pengeluaran untuk membeli bahan baku material proyek.

Pendapatan untuk periode tujuh 31 Juli 2019 meningkat sebesar 48,03 persen dari periode yang sama pada tanggal 31 Juli 2018.

Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan pendapatan baik dari konstruksi infrastruktur maupun konstruksi bangunan. Sedangkan untuk Jumlah aset naik sebesar 23,64 persen pada tanggal 31 Juli 2019 dibandingkan posisinya pada tanggal 31 Desember 2018, Peningkatan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya properti investasi. [nes]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA