Pendapatan PT XL Axiata Capai Rp25,1 Triliun

WM
Oleh Wahid Ma'ruf
Senin 10 Februari 2020
share
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) membukukan pendapatan sepanjang 2019 mencapai Rp25,15 triliun atau naik 9% pada periode yang sama tahun 2018. Untuk laba bersih sebesar Rp713 miliar dari tahun 2018 yang mengalami kerugian.

Pendapatan tersebut menjadi tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, yaitu Rp25,15 triliun. Pencapaian yang tercatat dalam laporan kinerja sepanjang tahun 2019 ini meningkat 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang didorong oleh peningkatan pendapatan layanan sebesar 15% YoY.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, pertumbuhan pendapatan tersebut melampaui pendapatan rata-rata industri yang diperkirakan para analyst sebesar 4 persen.

Peningkatan pendapatan layanan ini terutama ditopang oleh pendapatan dari layanan data yang meningkat sebesar 28 persen YoY. Secara total, kontribusi pendapatan layanan data terhadap pendapatan layanan perusahaan juga semakin besar, mencapai 89 persen di tahun 2019. Demikian mengutip keterangan resmi perseroan, Senin (10/2/2020).

Untuk pencapaian EBITDA, perusahaan juga berhasil mencatatkan pencapaian tertinggi selama ini, yaitu Rp9,97 triliun, meningkat 17 persen YoY. Kenaikan ini didorong pertumbuhan pendapatan dan efisiensi melalui fokus perusahaan pada keunggulan operasional (operational excellence).

Perusahaan juga berhasil meraih laba bersih Rp713 miliar dari tahun sebelumnya mengalami kerugian.

Dian Siswarini mengatakan, pihaknya terus fokus dan konsisten dalam menerapkan strategi yang mengutamakan layanan data, yang kini berhasil dengan sangat baik sehingga mencetak pertumbuhan pendapatan diatas rata-rata industri serta EBITDA yang kokoh. Pertumbuhan pendapatan didorong oleh pertumbuhan pendapatan layanan dengan data sebagai motor utama.

"Kami berhasil mendorong program-program upselling, dengan meningkatkan penerapan analisa perilaku kebutuhan pelanggan dengan menggunakan platform Omni Channel," katanya.

Sementara itu, EBITDA yang tumbuh lebih pesat dari pendapatan, dan mendorong peningkatan marjin EBITDA, menunjukkan keunggulan efisiensi XL Axiata dari sisi operasional. Neraca keuangan perusahaan saat ini juga dalam posisi sangat sehat dengan rasio net debt to EBITDA at 1.1x.

Dian menambahkan, perusahaan juga terus konsisten dengan strategi dual brand dengan menggunakan merek "XL" dan "AXIS" untuk menyasar segmen pasar yang berbeda, dengan penawaran produk-produk inovatif yang disesuaikan karakteristik masing-masing konsumen. Kedua merek tersebut terus tumbuh dan mendapatkan daya tarik dari segmen pelanggan masing-masing sebagaimana dibuktikan oleh Net Promoter Scores (NPS).

Tahun 2019, nilai NPS XL dan AXIS juga terus tumbuh sehingga memperkuat posisi strong number two di masing-masing segmen. Keberhasilan dalam melakukan upselling dapat dilihat dari ARPU blended yang meningkat 9 persen menjadi Rp35.000 dari sebelumnya Rp32.000.

Saat ini saham EXCL di 2.860 per saham dari pembukaan di Rp2.900 per saham. [nes]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA