100 Hari Kementerian BUMN

Mahasiswa & Milenial Menilai Kinerja Erick Begini

IN
Oleh inilahcom
Senin 10 Februari 2020
share
Menteri BUMN Erick Thohir - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kinerja 100 hari Kementerian BUMN mendapat respons kalangan mahasiswa dan milenial. Ada yang skeptis, namun sebagian besar memberi catatan positif.

Salah satu mahasiswa pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia, Alphasius Omega Dixon mengapresiasi berbagai terobosan Menteri BUMN Erick Thohir pada 100 hari kariernya.

Meski secara detil tidak mengikuti perkembangan ekonomi terkini, namun mahasiswa semester dua program studi Strategic Management ini, menilai pesan yang diberikan Kementerian BUMN berupa gebrakan sangat positif. "Oke sih gebrakannya. Tinggal tunggu outputnya benar ga sesuai wacana," ujarnya, Jakarta, Minggu (9/2/2020).

Di sisi lain, mahasiswa Pascasarjana FEB Universitas Gadjah Mada Gabriela Mathilda Mahodim mengaku belum bisa berkomentar banyak atas kinerja 100 hari pemerintahan khususnya sektor BUMN. Menurutnya terlalu dini untuk mengukur kinerja hanya dalam 100 hari. "Masih baru, belum ada yang bisa gue comment. Masih wait and see," ujar mahasiswa jurusan ilmu manajemen itu.

Sebaliknya, akademisi muda Universitas Islam Nasional (UIN), Endi Aulia Garadian menilai ada indikasi positif dari kinerja 100 hari di sektor BUMN. Sebagai anak muda dan akademisi, dia menganggap apa yang dilakukan Menteri BUMN bisa menjadi contoh. Menurutnya, profesionalisme yang menjadi hal yang dia apresiasi atas kinerja Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick. "Saya suka cara dia kerja, memberlakukan perusahaan sebagai perusahaan, sekalipun itu perusahaan negara. Apa-apa yang menghambat kinerja perusahaan negara dibenahi," ujar Endi.

Endi juga menilai apa yang dilakukan Erick meninggalkan zona nyaman di dunia bisnis untuk terjun menangani pemerintahan patut diapresiasi. Ini sesuai dengan karakter milenial yang out of the box. "Yang saya salut dia memilih jalur pengabdian bangsa dan meninggalkan bisnisnya," ujar akademisi yang dikenal dengan sejumlah karya di bidang sejarah itu.

Walau begitu, apa yang dilakukan Erick dinilai hanya baru sekadar awal. Dia menilai, apresiasi secara penuh baru bisa diberikan setelah publik menyaksikan kinerja BUMN dalam tahun-tahun mendatang.

Walau secara umum menuai apresiasi positif, namun para milenial juga meninggalkan catatan bagi Erick dan kementerian BUMN. Sebab apa yang dilakukan Kementerian BUMN dinilai mesti pula tercermin hingga ke level terbawah. Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Oktaviany, menilai yang positif dari kinerja kementerian BUMN adalah bagaimana budaya birokrasi mulai terpangkas oleh budaya yang lebih business-oriented.

"Sejauh ini, Pak Erick lebih profit minded daripada birokrasional. Lebih gaya swasta. Tapi itu justru bagus," ujarnya. Namun mahasiswa Strategic Management ini menilai, sisi negatif yang masih perlu dibenahi Kementerian BUMN adalah level yang bersinggungan langsung dengan masyarakat. "Perlu lebih terjun ke lini bawah juga dan perkuat aturan and SOP. Soalnya saya sebagai pekerja milenial yang bermitra dengan BUMN lini bawah masih merasakan sejumlah hal negatif yang telah membudaya lama di lini bawahnya," ujar Okta. [tar]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA