Ribuan Pengikut Sunda Empire Pilih Mundur

IN
Oleh inilahcom
Rabu 12 Februari 2020
share
 

INILAHCOM, Bandung - Pasca terbongkarnya praktik tipu-tipu ala Sunda Empire, ribuan pengikutnya diberbagai daerah memutuskan mengundurkan diri setelah tahu dibohongi.

Ribuan pengikut Sunda Empire yang tersebar di beberapa daerah di Jawa Barat dan Indonesia tergiur janji pencairan dana deposito sebesar USD500 juta di bank UBS Swiss.

"Mereka mengikuti Sunda Empire itu kan karena tergiur dengan yang disampaikan oleh Nasri Banks. Dia (Nasri Banks mengaku) mempunyai deposito USD500 juta di situ (bank UBS Swiss). dengan harapan mengikuti Sunda Empire itu kan bisa mendapatkan (uang) dari USD500 juta itu," ujar Kabid Humas Poda Jabar, Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso melalui sambungan telefon, Selasa (11/2/2020).

Meskipun, penyidik belum menemukan fakta dan bukti terkait dugaan penipuan yang dilakukan petinggi Sunda Empire. Pasalnya, petinggi Sunda Empire tidak meminta iuran uang kepada anggotanya.

"Penipuan itu kan tidak ada. Mereka (anggotanya) tidak diminta (uang). Petinggi Sunda Empire juga tidak mendapatkan keuntungan dari itu," ujarnya.

Menurut dia, kasus Sunda Empire berbeda dengan Keraton Agung Sejagat di Jawa Tengah. Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso meminta setoran berkisar antara Rp3 juta hingga Rp30 juta kepada para anggota dan menjanjikan bakal mendapatkan gaji besar.

"(Dalam kasus Sunda Empire) gak ada yang dirugikan dari segi materi," ungkap Erlangga.

Sejauh ini, polisi telah menetapkan tiga petinggi Sunda Empire, yakni Nasri Banks, Raden Ratna Ningrum, dan Ki Ageng Ranggasasana sebagai tersangka.

Penyidik mengantongi sejumlah alat bukti yang menjadi landasan hukum sehingga menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Semua yang disampaikan dan dijanjikan oleh tiga tersangka adalah kebohongan. Meski cerita tentang Sunda Empire yang disebarkan ketiga tersangka tak masuk akal, tetapi kelompok yang mengaku telah berdiri sejak zaman Alexander The Great tersebut, berhasil menggaet lebih dari 1.000 anggota.[Ivs].

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA