Rizal Ramli: Kritik Pajak Hanya Tajam ke WongCilik

IN
Oleh inilahcom
Rabu 12 Februari 2020
share
Ekonom senior DR Rizal Ramli

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom senior DR Rizal Ramli kembali melontarkan kritik keras untuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI). Kritiknya ternyata bukan perkara utang, apa dong?

Dari akun Twitter @RamliRizal, mantan anggota tim panel penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menyinggung kebijakan Sri Mulyani mengejar pajak dari kalangan wong cilik. Namun ciut nyali ketika menghadapi pengusaha kakap.

"Kelakuan, beraninya uber yang kecil-kecil, ngomong bayar pensiunan berat, tapi mau hapus royalty batu bara," kicau Rizal, Selasa (11/2/2020).

Meski tidak menyebut nama Sri Mulyani namun jelas arah sindiran Rizal mengarah kepada Sri Mulyani. Belum lama, Sri Mulyani mengeluhkan beratnya pembayaran dana pensiun.

Rizal menyinggung Menteri Terbalik yang sejak lama disematkannya kepada Sri Mulyani. Rizal juga menautkan link berita salah satu portal online nasional yang menyinggung keengganan Sri Mulyani memberikan komentar terkait rencana pembebasan royalti atau royalti nol persen untuk perusahaan tambang batu bara.

Rencana memberikan perlakuan istimewa bagi perusahaan batu bara yang enggan dikomentari Sri Mulyani termuat dalam Rancangan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja.

Dengan kata lain, jika aturan di dalam draft omibus law yang diusulkan pemerintah itu diketok, pengusaha tambang batu bara tidak perlu menyetor Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dengan pengurangan royalti maka pendapatan negara akan terpangkas.

Dalam cuitannya, Rizal Ramli juga menyolek akun Twitter Presiden Joko Widodo @jokowi. Rizal pun kembali meyelepet Sri Mulyani dengan sebutan Menkeu terbalik. "Kepiye (bagaimana) Menkeu Terbalik?" kicau Rizal lagi.

Cuitan Rizal Ramli ini mengundang tanggapan banyak netizen. Semuanya mengamini. Akun @AgusSutarso1 menulis "Wadueeh Prof, enak banget pengusaha kelas kakap, sedangkan kita rakyat jelata dikejar-kejar pajak sampai rumah juga. Ujung-ujungnya beban berat pasti ke rakyat dengan dipangkasnya subsidi, beban hidup mkin berat, cari kerja susah, cari uang susah. Sama saja dibunuh perlahan-lahan."

"Kalo utk rakyat beraat, kalo utk koruptor, pejabat, cukong, pengusaha garong langsung deh mbok Sri siap obral-obral duidd," sambar @zveta15.

Ada yang menganggap kebijakan pembebasan royalti bagi perusahaan batu bara sebagai bagian dari balas budi atas dukungan mereka di pilpres lalu. "Sulit kalau harus balas jasa, dimudahkan pengusaha dan dipersulit rakyatnya. Rakyat diperas terus, biar bayarin semua hutang rezim," kicau @niakaniapurnama.

"Gila. Benar-benar srintil di bawah tekanan mafia tambang. Nih mustahil Jokowi gak mengetahui, tapi apa daya, Prof," tulis pemilik akun Zainal Abidin.

Netizen lainnya langsung memanjatkan doa dan berharap kesewenang-wenangan yang dilakukan penguasa segera berakhir.

"Ya Allah hamba bermohon kepadaMU segeralah hentikan kesewenang-wenangan kekuasaan dan penyimpangan-penyimpangan pengelolaan keuangan negara ini ya Allah. Hancur lebur negara ini ya Allah kalau dibiarkan seperti ini terus," @EkoRekRek. Akun @bhoches menimpali, "Semoga nggak sampe 2024 kedunguan ini berlalu."[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA