Bursa Saham Asia Bisa Berakhir Hijau

WM
Oleh Wahid Ma'ruf
Jumat 14 Februari 2020
share
(Istimewa)

INILAHCOM, Shanghai - Bursa saham di Asia sebagian besar lebih tinggi pada Jumat sore (14/2/2020) karena kekhawatiran seputar wabah koronavirus yang sedang berlangsung terus membebani sentimen investor.

Saham China Daratan naik pada sore hari, dengan komposit Shanghai naik 0,52% dan komponen Shenzhen naik 0,79%. Komposit Shenzhen juga menambahkan 0,768%. Indeks Hang Seng Hong Kong adalah 0,6% lebih tinggi.

Namun di Jepang, Nikkei 225 tergelincir 0,62% pada perdagangan sore karena saham indeks Fast Retailing turun 1,34%. Indeks Topix juga turun 0,75%. Saham produsen mobil Nissan anjlok lebih dari 9% setelah perusahaan memangkas perkiraan pendapatan operasional tahunannya lebih dari 40%.

Kospi Korea Selatan pulih dari penurunan sebelumnya naik 0,53%. Sementara itu, indeks ASX 200 di bursa Australia naik 0,46%.

Secara keseluruhan, MSCI Asia ex-Jepang naik 0,38% seperti mengutip cnbc.com.

China diatur untuk membagi dua tarif tarif pada produk-produk AS tertentu senilai sekitar US$75 miliar dengan efek pada hari Jumat nanti, seperti yang sebelumnya diumumkan oleh Beijing pada awal Februari.

Tarif pembalasan pada beberapa barang AS akan dipotong dari 10% menjadi 5%, dan dari 5% menjadi 2,5% pada yang lain, menurut pernyataan dari Kementerian Keuangan China awal bulan ini. Penyesuaian akan mulai berlaku dari 01:01 pada 14 Februari, katanya, tanpa menentukan zona waktu yang dimaksud.

Investor terus memantau perkembangan wabah koronavirus setelah lonjakan jumlah kasus yang dilaporkan Kamis setelah pihak berwenang di Hubei memperkenalkan metode baru untuk menghitung jumlah kasus. Pada hari Jumat, provinsi tersebut melaporkan 116 kematian tambahan dan 4.823 kasus baru yang dikonfirmasi pada akhir 13 Februari.

Di sisi pendapatan perusahaan, saham Toshiba Jepang Jepang melonjak lebih dari 1,5% meskipun membukukan kerugian 145,626 miliar yen yang disebabkan oleh pemegang saham perusahaan (US$1,326 miliar) dalam sembilan bulan yang berakhir 31 Desember.

Singapore Airlines Singapura, diharapkan mengumumkan hasil kuartalan pada hari Jumat, melihat sahamnya naik 0,58% pada sore hari.

Semalam di Wall Street, saham tergelincir dari rekor tertinggi di tengah kekhawatiran coronavirus. Dow Jones Industrial Average tergelincir 128,11 poin menjadi 29.423,31 sementara S&P 500 turun hampir 0,2% menjadi 3.373,94. Nasdaq Composite ditutup 0,1% lebih rendah pada 9.711,97.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir di 99,139 setelah melihat terendah sebelumnya di 99,101.

Yen Jepang diperdagangkan pada 109,81 per dolar setelah melihat level di sekitar 109,9 kemarin. Dolar Australia berpindah tangan pada $ 0,6721 setelah menyentuh level terendah sebelumnya di $ 0,6707.

Harga minyak sedikit berubah pada sore hari jam perdagangan Asia, dengan kontrak berjangka internasional Brent mentah turun sedikit menjadi US$56,32 per barel. Minyak mentah berjangka AS fraksional lebih tinggi pada US$51,44 per barel.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA