Cegah Banjir Bandung, Podomoro Park Lakukan Ini

IN
Oleh inilahcom
Senin 17 Februari 2020
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Bandung - Meski tidak separah 2019, tingginya curah hujan di awal 2020, membuat sejumlah wilayah di Bandung, Jawa Barat, tergenang banjir. Dukungan pihak swasta mengalir, termasuk dari Podomoro Park.

Normalisasi Sungai Citarum oleh Satgas Citarum Harum, serta proyek terowongan Nanjung dan Curug Jompong dinilai cukup efektif untuk mengurangi intensitas banjir di Bandung Selatan. Selanjutnya, pemerintah berniat membangun beberapa kolam retensi dan sejumlah polder di Sungai Citarum.

Sebagai wujud kepedulian Podomoro Park mendukung program pengendalian banjir di Bandung Selatan, Agung Podomoro Land (APL) sebagai pengembang terdepan dan terpercaya di Indonesia melalui mahakaryanya proyek Podomoro Park Bandung, menjalin kerja sama dengan SUP Cimahi-Ciasem Hulu Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat. Langkah yang dilakukan adalah memperbaiki sejumlah pintu air, salah satunya pintu air di Pasar Kordon Buahbatu.

COO Podomoro Park Bandung, Susanto Oong mengatakan, kerusakan pintu air tersebut mengakibatkan debit air dari Sungai Cikapundung Kolot yang menuju saluran Cikoneng tidak terkendali dan berpotensi meluap.

"Perbaikan pintu air di Pasar Kordon Buahbatu dikerjakan dalam waktu seminggu. Hasilnya, pintu air tersebut bisa dioperasikan dengan baik dan siap mengendalikan debit air yang menuju saluran Cikoneng," ujar Susanto di Bandung, Minggu (16/2/2020).

Selanjutnya, Podomoro Park pun akan memperbaiki pintu air daerah irigasi Buahbatu dalam waktu dekat. "Dengan perbaikan ini diharapkan debit air ke saluran Cikoneng bisa dikendalikan sehingga mengurangi risiko banjir di Bandung Selatan," tambah Susanto.

Atas kepedulian lingkungan pengembang terkemuka Agung Podomoro Land, Koordinator SUP CimahiCiasem Hulu Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, Rudiman memberikan apresiasi. Perbaikan terhadap saluran penguras pintu air Cikoneng sangat efektif mengendalikan debit air Sungai Cikapundung Kolot saat banjir.

Dia menyebutkan, kerusakan dua pintu air sudah berlangsung cukup lama sejak 2013. Akibatnya, setiap debit air besar datang dari hulu Sungai Cikapundung Kolot, selain membawa banjir juga mengakibatkan sedimentasi pada dasar sungai hingga merusak pintu air.

Luapan banjir yang melimpas ke pintu air Kordon pun kerap menyebabkan banjir ke permukiman warga. Setelah pintu air Kordon diperbaiki, ungkap Rudiman, debit air dari Sungai Cikapundung Kolot ketika banjir besar bisa dikendalikan sekitar 5 kubik per detik sehingga bisa mencegah banjir ke permukiman.[tar]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA