Putera Jokowi Dorong Anak Muda Membangun UMKM

IN
Oleh inilahcom
Senin 17 Februari 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikut berkontribusi dalam penerimaan devisa negara. Tapi, membangun UMKM bukanlah perkara mudah. Perlu jurus yang jitu.

Banyak perusahaan UMKM terpaksa jatuh bangun terlebih dahulu, sebelum kemudian menjadi perusahaan yang kokoh dan berskala nasional atau bahkan internasional.

Menurut Chief Marketing Officer PT Harapan Bangsa Kita (Hebat), Anshari Kadir, permasalahan yang acapkali ditemui ketika membangun UMKM adalah para pelaku bisnisnya tidak memiliki cukup bekal pengetahuan. Mereka hanya mengandalkan modal, namun tidak memiliki jaringan yang kuat.

"Kita memberi tahu ke anak muda bahwa dalam memulai usaha, bukan hanya modal saja yang penting, tapi juga koneksi, jaringan yang kuat, pemahaman teknologi dan finance. Jadi Hebat itu mewadahi itu," kata diskusi 'Nongkrong Bareng Hebat' di Jakarta, Minggu, (16/2/2020).

Sekedar tahu saja, PT Harapan Bangsa (Hebat) merupakan perusahaan akselerator UMKM milik putera bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep.

Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang pemberian pendampingan dalam membantu perusahaan UMKM tumbuh. Pendampingan yang dilakukan mulai dari keuangan hingga strategi pemasaran.

Ia mengatakan, permasalahan anak muda dalam membangun UMKM beragam, mulai dari modal hingga strategi marketing. Namun menurutnya yang paling banyak adalah keberanian untuk memulai.

"Paling susah itu memulainya, karena takut. Oleh karena itu kita dalam setiap acara sharing dan diskusi kita menghadirkan pembicara-pembicara yang sudah sukses. Untuk saling berbagi kisah, sehingga mereka bisa berpikir, bahwa para pengusaha pengusaha ini, dulu dari nol. From zero to hero. Saya sendiri memulai Sang Pisang bersama mas Kaesang dari nol, sampai sekarang punya cabang banyak. Artinya apa, semuanya mungkin," tuturnya.

Padahal, menurutnya, keberadaan UMKM sangatlah penting dalam perekonomian Indonesia. UMKM turut berkontribusi dalam penerimaan devisa negara. "Oleh karena itu Presiden Jokowi menginginkan entrepreneur entrepreneur muda tumbuh di Indonesa. Nah kita, Hebat, berperan dalam memberikan strategi pendampingan," katanya.

Pendiri konsultan keuangan Jouska.ID, Aakar Abyasa mengatakan, para anak muda Indonesia bukan tidak termotivasi untuk membangun UMKM. Dia menyebut justru terlalu termotivasi. Akibatnya mereka melupakan pentingnya skill dalam mengelola UMKM.

"Akibatnya banyak mereka yang usahanya jalan di tempat dan berantakan. Kelihatannya tumbuh besar tapi sebenarnya engga. Jadi yang harus dimiliki anak muda ini adalah bagaimana membangun usaha yang tidak hanya visible, tapi akuntable, sehingha ujungnya menjadi provitable," katanya.

Menurutnya, salah satu cara agar para anak muda berhasil membangun UMKM adalah memiliki pengetahuan mengenai finansial atau keuangan. Para pelaku UMKM harus belajar mengenai keuangan. "Kita mau membuat produk diawali tentang pemahaman mengenai finance. Itu basic skill, yang seharusnya semua CEO punya skill," katanya.

Pemerintah juga menurutnya perlu intervensi membantu UMKM tumbuh dan berkembang. Selain memberikan pelatihan mengenai finansial, regulasi yang pro terhadap UMKM, pemerintah juga harus membangun ekosistem dan infrastruktur UMKM.

"Misalkan mall-mall di Indonesia itu didominasi oleh brand brand asing. Seharusnya pemerintah berani investasi untuk membeli slot di mall, sesederhana itu, menurut saya pemerintah harus berani intervensi hingga ke situ," pungkasnya. [tar]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA