Komnas HAM Harap Jokowi Tuntaskan Kasus di Paniai

IN
Oleh inilahcom
Selasa 18 Februari 2020
share
Komisioner Komnas HAM Sandrayati Moniaga - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kembali mengingatkan janji Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang ingin menuntaskan kasus Paniai, Papua. Komisioner Komnas HAM Sandrayati Moniaga berharap kasus Paniai ini segera ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Agung.

"Pasca peristiwa Paniai pada 7-8 Desember (2014). Presiden Jokowi datang ke Papua. Pada saat itu tim dari DPRP, Dewan Perwakilan Rakyat Papua telah melakukan penyelidikan dan investigasi mereka dan menyerahkan catatan mereka ke Presiden Jokowi saat itu dan presiden menyatakan commited menuntaskan peristiwa ini," kata Sandrayati Moniaga di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020).

"Kami tahu di Komnas prosesnya agak lambat karena berbagai alasan. Nah sekarang saatnya untuk janji itu dipenuhi," sambung dia.

Sandrayati menilai kasus pelanggaran HAM di Paniai masih baru, sehingga data-data yang dibutuhkan untuk proses penyidikan masih ada. Menurutnya tidak ada kesulitan bagi aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus tersebut.

"Sekarang korban penganiayaan masih hidup, keluarga korban yang mati juga ada, saksi-saksi juga masih ada, dan para terduga pelaku juga masih ada. Jadi semestinya tidak ada kesulitan untuk menindaklanjuti dengan penyidikan," tutur Sandrayati.

Sandrayati berharap kasus ini bisa benar-benar dituntaskan. Dia minta pihak Kejaksaan Agung segera menindaklanjuti laporan penyelidikan yang sudah dilakukan oleh Komnas HAM.

"Saya berharap kasus ini bisa menjadi satu kasus yang betul-betul selesai dengan tuntas karena tidak ada alasan untuk tidak menuntaskannya. Karena itu kami dari tim berharap untuk Kejaksaan Agung segera menindaklanjuti dan membentuk tim penyidikan," ucap Sandrayati.

Pada tahun 2014 lalu, usai blusukan ke Subang, Jawa Barat, Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan dengan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI). Pertemuan itu membahas kasus penembakan di Paniai, Papua.

Andi Widjajanto yang pada saat itu menjabat sebagai seskab, menuturkan, Jokowi meminta kasus Paniai didalami secara serius. Andi menambahkan, dalam pertemuan itu PGI juga menyerahkan berkas dokumen tentang kasus kekerasan di Paniai. Dokumen itu akan ditelaah dan dipelajari oleh presiden. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA