Ini Makna Hadiah Sepeda dari Presiden

IN
Oleh inilahcom
Rabu 19 Februari 2020
share
Koordinator Staf Khusus Presiden RI, Ari Dwipayana

INILAHCOM, Jakarta - Koordinator Staf Khusus Presiden RI, Ari Dwipayana menceritakan kisahnya sebagai pembantu presiden dalam menjalankan tugas-tugasnya terutama hal-hal yang bersifat substantif.

"Jadi kalau teman-teman menyaksikan Presiden berpidato, memberikan pernyataan. Itu semua kami persiapkan dulu," jelasnya.

Ia menuturkan, dalam setiap kunjungan ke beberapa daerah, Presiden Jokowi kerap melakukan dialog dengan masyarakat serta memberikan hadiah sepeda. Hadiah yang diberikan, memang sederhana. Namun, setidaknya bermakna karena dihadiahi langsung oleh Presiden.

"Mengapa sepeda yang diberikan? Itu ada filosofinya. Kalau naik sepeda kita harus terus mengayuh. Meskipun lewati jalanan terjal, harus terus dikayuh. Artinya untuk mencapai tujuan kita harus bekerja keras," ungkapnya.

Presiden kerap memberikan kuis sederhana soal nama-nama ikan atau Pancasila. Menurut Ari, itu merupakan salah satu cara yang baik agar bisa lebih akrab dengan audiens.

"Jadi orang tidak berjarak lagi dengan Presiden, bisa juga berinteraksi. Bahkan bisa bercanda juga dengan Presiden," katanya.

Ari berharap cara berpidato Jokowi bisa diikuti oleh pejabat-pejabat yang lain, sehingga bisa lebih dekat dengan rakyatnya.

"Sudah jadi tren baru di beberapa negara, milenials tidak lagi tabu masuk dalam pemerintahan. Sekarang kita punya 7 staf khusus milenial, tugas Saya juga mengkoordinatori mereka," ungkap alumnus UGM angkatan 1990 itu.

Tujuh staf khusus milenial kata Ari bertugas menjadi jembatan antara milenials dengan Presiden.

Setiap staf khusus memiliki latar belakang yang berbeda. Mereka juga sebelumnya sudah memiliki prestasi dan jaringan yang luas. Dia menilai staf khusus milenial saat ini semua memiliki kinerja baik.

Menjadi staf khusus milenial kata Ari, harus berjiwa kreatif, serta empati dan bermanfaat untuk orang lain.

Menyiapkan pidato Presiden juga menjadi salah satu pengalaman menarik bagi Ari. Dikatakan olehnya, Presiden Jokowi memiliki gaya yang berbeda dalam berpidato.

"Pidato beliau menggunakan bahasa yang sederhana, to the point pada persoalan, serta singkat dan padat. Ini memudahkan kita, sehingga tidak perlu membuat pidato yang panjang," ujarnya.

Ari menambahkan, Presiden ingin materi yang dia sampaikan dapat diterima semua kalangan, baik yang berpendidikan tinggi maupun rendah.

"Kita harus menyesuaikan gaya pidato yang bisa dipahami semua orang. Gaya pidato beliau lebih spontan dan lebih banyak menekankan interaksi," tandasnya. [ton]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Jangan Mudik - inilah.com
Jangan Mudik

karikatur 28 Mar 2020 21:37