Maju Mundur Smelter Freeport di Gresik

IH
Oleh Indra Hendriana
Rabu 19 Februari 2020
share
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Janji PT. Freeport Indonesia membangun pabrik pemurnian konsentrat atau smelter mulai terlaksana. Padahal Freeport sudah membangun smelter sejak tahun 2014 lalu.

Di tahun 2020 ini, perusahaan asal Amerika Serikat itu baru melakukan pemadatan lahan dan akan selesai pada tiga bulan mendatang. Adapun pembangunan smelter itu dilakukan di Gresik, Jawa Timur.

"Saat ini progress pembangunan smelter sudah 4,88 persen. Pemadatan lahan sedang kami lakukan, harapannya tiga bulan lagi selesai," kata Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Setelah pemadatan selesai, pihaknya baru membuat desain smelter atau Engineering, procurement, construction (EPC). Setelah itu, baru konstruksi dilakukan.

"Lalu kami lakukan lelang EPC dan Agustus harapannya sudah mulai konstruksi," kata dia.

Dia mengungkapkan, tahap awal konstruksi di smelter ini perusahaan mengeluarkan dana sebesar US$ 600 juta. Sementara untuk semua konstruksi perusahaan memerlukan dana sebesar U$D 3 miliar.

Namun dari kebutuhan dana tersebut sebanyak 2,8 miliar dolar akan didapatkan perusahaan dari pinjaman bank. Rencana konstruksi akan dilakukan pada bulan Agustus 2020 nanti.

Sayangnya, Tony tak merinci dari mana saja pinjaman tersebut didapat. Hanya saja ia menjelaskan nantinya ada beberapa bank yang akan menggelontorkan pinjaman untuk PTFI membangun pabrik pemurnian. "Gabungan baik dalam dan luar negeri," ujar Tony.

Ia berharap pencairan dana ini bisa segera sebab sejak tahun ini perusahaan sudah mulai membutuhkan dana tersebut. "Kita harap segera, karena kan kita mulai keluar uang tuh tahun ini. We need the money," ujar Tony.

PT. Freeport Indonesia sudah memastikan bahwa pembangunan smelter tersebut akan dilakukan di JIPE, Manyar, Gresik. Semula perusahaan memang sempat memiliki dua opsi wilayah, antaralain adalah satu wilayah dengan pabrik Petrokimia Gresik. Namun setelah studi dilakukan perusahaan menilai keputusan untuk membangun di JIPE lebih feasible dan efisien.

Pabrik permurnian milik Freeport Indonesia ini nantinya akan berkapasitas 2 juta ton konsentrat dan akan menghasilkan sekitar 500 hingga 600 ribu ton katoda tembaga. Selain itu, pabrik pemurnian tersebut juga akan menghasilkan 40 ton emas per tahun.[jat]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA