Ada Auditor BPK Dikasus Suap Dana Hibah KONI?

IN
Oleh inilahcom
Jumat 21 Februari 2020
share
Terdakwa suap Dana Hibah KONI Miftahul Ulum

INILAHCOM, Jakarta - Terdakwa suap Dana Hibah KONI Miftahul Ulum mengklaim hanya menjadi korban dalam perkaranya.

Hal itu disampaikan Ulum lewat penasihat hukumnya usai persidangan. Ulum merasa aneh dengan keterangan saksi yang dihadirkan dipersidangan hari ini, Kamis (20/2/2020).

"5 saksi jelaskan dalam waktu sama terdakwa terlibat berarti ada yang disembunyikan. Satu terdakwa tidak mungkin dalam satu waktu ada di lima tempat berarti ada empat orang," kata Penasihat Hukum Ulum, Laradi Eno kepada wartawan usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Selain itu, Laradi juga menyinggung soal munculnya inisial-inisial dalam persidangan tadi. Namun semua diarahkan kepada Ulum.

"Ada yang menarik di persidangan menyebutkan mr x dan mr y. Ada yang katakan mr x Miftahul Ulum terdakwa, tapi ada yang mencoba membuat konstruksi hukum yang baru," ungkapnya.

Oleh sebab itu, Ulum berjanji akan mengungkap semua yang diketahui agar kasusnya terang benderang. Sambil menimbang mengajukan Justice Collaborator (JC) ke KPK.

Termasuk mengungkap dugaan keterlibatan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam kasus suap dana hibah KONI ini.

"Tadi keterangan beberapa saksi sudah mengarah. Kita ikuti saja. Ada perkara yang sengaja dihentikan demgan cara-cara nanti kita ikuti persidangannya," tegas Laradi.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA