Eks Teroris-Residivis Dilarang Ikut Komcad

WN
Oleh Willi Nafie
Jumat 21 Februari 2020
share
Juru Bicara Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Juru Bicara Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan mantan teroris dan residivis tidak bisa ikut program latihan Komponen Cadangan (Komcad).

Adapun diketahui Kementerian Pertahanan (Kemhan) bakal membuka pendaftaran program latihan Komcad untuk masyarakat. Pelatihannya sesuai amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN).

Komcad adalah komponen pertahanan dalam sistem pertahanan rakyat semesta yang dianut Indonesia. Kemudian berfungsi memperkokoh komponen utama pertahanan, yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Mantan teroris dan residivis atau siapa pun yang memiliki catatan kriminal tentu tidak bisa mengikuti program Komponen Cadangan (Komcad) bila nanti program tersebut berjalan," kicau akun Twitter @Dahnilanzar, dikutip (21/2/2020).

Menurut Dahnil, Komcad bukan program pelatihan militer. Lalu Komcad ada program komponen pendukung, dan komponen cadangan. Untuk komponen cadangan syaratnya sangat ketat karena akan ikut pelatihan militer dasar selama 3 bulan dan terakhir mobilisasi, dan demobilisasi.

"Jadi, terang eks teroris dan residivis tidak bisa ikut program komponen cadangan," tulis dia.

Untuk diketahui, Komponen Cadangan ini, nantinya bakal diikuti oleh masyarakat sipil berusia 18-35 tahun. Mereka bakal mendapat pelatihan dasar militer selama 3 bulan penuh. Rencananya akan ada 25.000 orang yang direkrut guna mengikuti pelatihan Komcad. [ton]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA