Enam Siswa Dinyatakan Meninggal Dunia

Siswa Terseret Sungai di Sleman, Ini Kata BNPB

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 22 Februari 2020
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengatkaan, saat ini BPBD Kabupaten Sleman telah mendirikan pos komando di lokasi kejadian terseretnya sejumlah siswa SMPN 1 Turi. BPBD Sleman pun kini terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, dinas terkait, sukarelawan dan warga setempat.

"Insiden ini menjadi pembelajaran bersama sehingga insiden serupa dapat dihindari," katanya, Jumat (21/2/2020).

Dia mengingatkan, apabila akan melakukan kegiatan penyusuran sungai, ini harus dilakukan oleh orang dewasa dan terlatih. Menurutnya, anak-anak dan remaja dilarang untuk melakukan penyusuran sungai mengingat sangat berisiko tinggi.

Perlu juga memberitahu aparat pemerintah dan keamanan setempat. Di samping itu, aktivitas penyusuran dilakukan pada saat musim kemarau.

"Ketika ini dilakukan pada musim hujan, risiko air menjadi tinggi mengingat apabila hujan terjadi di sekitar hulu sungai akan berdampak pada arus dan volume air sungai hingga ke bagian hilir," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Joko Suprianto mengatakan akibat insiden luapan dan arus deras Sungai Sempor sekitar pukul 15.30 WIB, enam murid SMPN 1 Turi dinyatakan meninggal dunia. Enam murid lain mengalami luka ringan, sedang 5 lain masih dalam pencarian.

"Lebih dari 180 personel dari personel gabungan masih melakukan pencarian 5 murid yang masih harus dikonfirmasi keberadaannya," katanya, Jumat (22/2/2020).

Berikut ini nama-nama murid yang menjadi korban dalam insiden penyusuran sungai:
1.SA, Kelas 8, alamat Sumberejo
2.AR, Kelas 7, alamat Ngentak Tepan
3.NA, Kelas 8, alamat Kembang Arum
4.LT, alamat Kembang Arum
5.Belum teridentifikasi
6.Belum teridentifikasi. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA