Tak Perlu Impor Viscose Rayon, TPT Siap Tancap Gas

IN
Oleh inilahcom
Minggu 23 Februari 2020
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Fasilitas produksi viscose rayon PT Asia Pacific Rayon (APR) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, mulai beroperasi.

Ditandai peresmian oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Dengan ketersediaan bahan baku dari dalam negeri, diharapkan mampu mendongkrak kapasitas nasional di sektor padat karya yang mampu mensubstitusi produk impor dan mengisi pasar ekspor.

"Optimalisasi pemakaian bahan baku yang berasal dari dalam negeri menjadi sangat penting dalam mendongkrak kinerja sektor industri TPT di Indonesia," kata Agus Gumiwang lewat keterangan pers diterima di Jakarta, Sabtu (22/2/2020).

Politisi Golkar ini mengapresiasi beroperasinya fasilitas baru yang nilai investasinya mencapai Rp15 triliun atau sekitar US$1,1 miliar itu. "Ini merupakan suatu langkah yang luar biasa, karena pabrik merupakan satu-satunya yang terintegrasi, dari mulai pembibitan pohon yang kayunya menjadi bahan baku rayon, sampai proses produksinya itu sendiri. Ini menurut pandangan saya, harus diangkat pada dunia, bahwa Indonesia memiliki kemampuan seperti ini," papar Agus.

Fasilitas baru APR tersebut saat ini memiliki kapasitas produksi viscose rayon sebesar 240.000 ton per tahun, dan akan diupayakan meningkat menjadi 600.000 ton dalam beberapa tahun ke depan.

Suplai bahan baku perusahaan ini telah melalui sertifikasi nasional (Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu) dan internasional (Programme for the Endorsement of Forest Certification).

Informasi saja, viscose rayon merupakan serat benang yang berasal dari olahan kayu dan dapat terurai secara alami. Serat rayon produksi APR tergolong material yang berkelanjutan karena berasal dari bahan baku yang terbarukan.

Komoditas itu diharapkan bisa mengurangi ketergantungan impor terhadap bahan baku tekstil seperti kapas yang kebutuhannya masih belum dapat dipenuhi dari dalam negeri.

Melalui dukungan tenaga kerja langsung sebanyak 1.500 orang, pabrik APR tersebut diproyeksi mampu menghasilkan devisa hingga US$131 juta dan substitusi impor mencapai US$149 juta. "Jadi, intinya, pabrik ini merupakan lompatan yang besar dan baik untuk ekspor maupun substitusi impor," ujarnya.

Selain peresmian operasional fasilitas baru APR, Jokowi melakukan pelepasan kontainer berisi serat rayon untuk diekspor ke Turki sebanyak 10.190 ton, serta pengiriman ke Jawa Tengah sebesar 12.000 ton. Negara tujuan ekspor selanjutnya, antara lain ke Pakistan, Bangladesh, Vietnam, hingga negara-negara Eropa. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA