ICW Sebut KPK Blunder Hentikan 36 Penyelidikan

IN
Oleh inilahcom
Minggu 23 Februari 2020
share
Koordinator ICW Adnan Topan Husodo - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kesalahan mengumumkan dihentikannya penyelidikan terhadap 36 dugaan korupsi.

"Ketika pimpinan KPK menyampaikan langsug dan terbuka ke publik, ini yang kemudian justru melampaui satu tingkat di atas transparansi, tapi menjadi blunder karena penuh ketidakpastian," kata Koordinator ICW Adnan Topan Husodo dalam diskusi 'Dear KPK: Kok Main Hapus Kasus?' di Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Akibat menyampaikan informasi yang tidak pasti, masyarakat kemudian menuntut KPK untuk menjabarkan kasus-kasus yang penyelidikannya dihentikan. Padahal, penyelidikan merupakan salah satu informasi yang dikecualikan terbuka untuk publik.

"Akhirnya banyak tuntutan lebih lanjut dan membuat KPK kelabakan karena akan selalu dikejar, padahal basisnya ketidakpastian," kata Adnan.
KPK semakin blunder karena di saat yang bersamaan kinerja penindakan terbilang melempem. Dengan dihentikannya penyelidikan dan tidak adanya penyidikan kasus baru membuat kepercayaan masyarakat terhadap KPK semakin merosot.

"Semakin blunder karena pada saat yang sama kerja KPK dengan pimpinan yang baru, belum menunjukkan kinerja di dalam penegakkan hukumnya," katanya.

"Dan kalaupun KPK evaluasi strategi ini, misalnya ke depan tidak lagi menyampaikan, publik akan tanya lagi kok kemarin ngomong sekarang tidak. Jadinya serba salah, blunder," sambung Adnan.[Ivs].

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA