Kredit Bank Kontet karena SMI Jor-joran Bikin SUN

IN
Oleh inilahcom
Senin 24 Februari 2020
share
Ekonom senior, Dr Rizal Ramli - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom senior, Dr Rizal Ramli menyayangkan penerbitan Surat Utang Negara (SUN) berbunga tinggi yang joir-joran. Dampaknya memukul sektor perbankan. Tanggung jawab Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI).

Kata pendiri Komite Bangkit Indonesia ini, kebijakan utang pemerintah dengan menerbitkan SUN yang bunganya 2% di atas depositio, berdampak kepada keringnya likuiditas perbankan. Lantaran 30% dana pihak ketiga (DPK), tidak mengalir ke perbankan, melainkan untuk memborong SUN.

Sehingga jangan heran apabila pertumbuhan kreit perbankan pada 2019 cukup seret, atau cuman 6,08%, Jauh di bawah 2018 yang mencapai 11,7%. "Kalau ekonomi normal, kredit itu harusnya bisa tumbuh 15-18 persen per tahun," ujar mantan Menko Ekuin era Presiden Gus Dur ini.

Masih kata dia, "Banyak yang berkata,' terserah deh pemerintah dan BUMN mau ngutang jorjoran. Toh ndak ada hubungan dengan saya'. Pernyataan itu benar selama utang itu dalam batas wajar."

Namun demikian, ekonom senior ini menyatakan bahwa kebijakan utang pemerintah tidak wajar. Sebab, hal ini berdampak kepada stabilitas perekonoimian masyarakat dan industri. "Tetapi kalau berlebihan seperti saat ini, ada 'crowding-out effect'," tegas pria yang biasa disapa RR ini.

Hal ini, menurut doktor ekonom Universitas Boston Amerika Serikat ini, dampaknya bakal dirasakan masyarakat kecil alias wong cilik, serta industri domestik. Oleh karena itu, dia menegaskan, kondisi perekonomian RI masih terus stagnan, atau bahkan cendrung menurun ke depannya.

"Itulah mengapa uang susah, daya beli anjlok, bisnis susah. Baru mulai sadar deh, ternyata utang jor-joran pemerintah ada penguruhnya terhadap daya beli dan bisnis," imbuh mantan Menko Kemaritiman era Kabinet kerja Presiden Jokowi itu. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA