https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   24 February 2020 - 07:27 wib

Pemprov DKI Pastikan Air Sudah Surut Pasca Banjir

INILAHCOM, Jakarta - Hujan masih mengguyur sejumlah wilayah di Jakarta pada Senin (24/2) pagi. Kendati demikian, sebagian besar wilayah yang terdampak banjir dan genangan pada akhir pekan lalu dipastikan telah surut.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, saat ini, genangan tersisa tinggal 1,28 persen, menurun dari kondisi puncak kemarin sebesar 4,6 persen, dari seluruh RW di DKI Jakarta.

Hingga pukul 07.00 WIB, ruas jalan yang masih tersisa genangan hanya di wilayah Jakarta Utara, yaitu Jl. Raya Cilincing (Babek TNI) dengan ketinggian 30-40 cm sehingga sepeda motor belum dapat melintas dan Jl. Boulevard Barat dengan ketinggian 10 cm namun telah dapat dilintasi kendaraan.

Untuk wilayah Jakarta Pusat, Underpass Kemayoran dipastikan telah surut, namun belum dapat dilintasi kendaraan lantaran proses pembersihan masih dilakukan. Sementara itu, untuk wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat dipastikan keseluruhan ruas jalan telah surut dan dapat kembali dilalui kendaraan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Subejo, menyampaikan, sejumlah wilayah permukiman masih terdampak genangan. Total RW yang masih terdampak sebanyak 35 RW, dengan rincian Jakarta Utara (26 RW) dan Jakarta Timur (9 RW). “Ketinggian air sekitar 10 – 30 cm hingga 70 – 100 cm. Untuk penyebabnya, di wilayah Jakarta Utara karena curah hujan yang tinggi. Sedangkan, di wilayah Jakarta Timur tidak hanya karena curah hujan tinggi, tetapi juga karena luapan Kali Ciliwung, Kali Sunter, dan Kali Mati,” jelas Subejo.

Subejo menambahkan, meski genangan di sebagian besar wilayah permukiman telah surut, namun masih ada warga yang memilih mengungsi lantaran menunggu proses pembersihan di rumah mereka selesai dilakukan. Hingga kini, warga yang masih mengungsi sebanyak 682 KK dan 2.393 jiwa. Untuk lokasi pengungsian, di Jakarta Pusat masih tersedia 1 lokasi pengungsian, Jakarta Utara masih tersedia 20 lokasi pengungsian, Jakarta Barat masih tersedia 1 lokasi pengungsian, dan Jakarta Timur masih tersedia 3 lokasi pengungsian. Sedangkan, di Jakarta Selatan, sudah tidak ada warga yang mengungsi.

Pemprov DKI Jakarta mengerahkan tim gabungan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, BPBD Provinsi DKI Jakarta, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) Provinsi DKI Jakarta hingga PPSU Kelurahan untuk menangani banjir dan genangan. Disgulkarmat Provinsi DKI Jakarta telah mengevakuasi warga yang terdampak banjir dan genangan ke lokasi pengungsian, sedangkan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta telah mendistribusikan bantuan kepada warga yang mengungsi berupa air mineral, beras, mie instan, makanan siap saji, matras, selimut, pampers, hingga daster.

Antisipasi genangan dan banjir juga terus dilakukan melalui Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta. Berbagai hal yang dilakukan, yaitu memonitor dan membersihkan tali-tali air, menguras saluran air, mengecek fungsi pompa, hingga membuat sumur resapan (drainase vertikal) di sejumlah titik. [fad]

Tag :
Banjir
Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Waspada! Jaksel dan Jaktim Berpotensi Banjir Sore Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada warga un
berita-headline

Viral

BMKG Ingatkan Waspadai Banjir Bandang dan Tsunami

Sedikitnya 19 daerah diperkirakan memiliki potensi banjir bandang lantaran cuaca ekstrem yang ter
berita-headline

Viral

Banjir di Bogor Paksa Warga Mengungsi

Banjir yang menerjang empat kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin (6/7/2021) sore m
berita-headline

Viral

Fenomena Atmosfer, Waspadai Banjir di Jakarta

Warga yang tinggal di DKI Jakarta diminta untuk mewaspadai curah hujan yang akan mengguyur selama
berita-headline

Viral

Inovasi Pemetaan Bawah Air untuk Cegah Banjir

BMKG mengungkapkan, musim hujan 2020-2021 di Indonesia masuk tahun terbasah kelima sepanjang 40