DPD RI: Ego Sektoral Hambat Pembangunan Daerah

MY
Oleh M Yusuf Agam
Senin 24 Februari 2020
share
Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti

INILAHCOM, Jakarta - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyebutkan percepatan pembangunan di daerah lambat karena berbagai faktor. Salah satunya adalah ego sektoral dari masing-masing daerah.

Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan hasil sejumlah kunjungan kerja yang dilakukan oleh DPD RI di 34 provinsi, masih ada daerah yang merasa enggan untuk memperbaiki pembangunan di daerah karena menganggap daerah bukan termasuk wilayahnya.

"Masih tinggi ego sektoral antar instansi, baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten," kata La Nyalla dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/2/2020).

La Nyalla mengatakan selain ego sektoral, tumpang tindih dan ribetnya proses administrasi turut menjadi penyebab keterlambatan percepatan pembangunan daerah yang memang menjadi salah satu fokus utama Presiden Joko Widodo. Oleh karena itu, ia berharap ada penyederhanaan dalam proses administrasi.

Instruksi Presiden itu tertuang dalam Inpres Nomor 1 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional.

Lebih lanjut, ada beberapa hal yang bisa menjadi solusi lambatnya proses pembangunan daerah. Yaitu dengan memberi diskresi kepala daerah.

"Tentu diskresi ini dibatasi dalam rangka percepatan pembangunan daerah. Dan harus dikawal oleh aparatur penegak hukum, sehingga diskresi tersebut benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat luas. Bukan untuk justifikasi perilaku koruptif atau manipulatif," ucapnya.

Proses pengawalan itu bisa dengan menggandeng Kejaksaan Agung dimana sesuai dengan UU Nomor 16 tahun 2004, khususnya padal 34 yang berbunyi bahwa Kejaksaan dapat memberikan pertimbangan hukum kepada instansi pemerintah lainnya. [fad]

# TAG
DPD

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA