Kejagung Diminta Usut Korupsi Bansos di Bengkulu

MY
Oleh Muhammad Yusuf Agam
Senin 24 Februari 2020
share
(Foto: Dok)

INILAHCOM, Jakarta - Kejaksaan Agung telah menetapkan Walikota Bengkulu Helmi Hasan sebagai tersangka dalam Kasus korupsi Dana bantuan sosial kota Bengkulu tahun 2012/2013. Selain Helmi, 14 orang lainnya juga menjadi tersangka.

Pada prosesnya Wali Kota Helmi menang dalam praperadilan yang diajukannya. Oleh karena itu, Aliansi Masyarakat Peduli Bengkulu (AMPB) yang menggelar aksi hari ini di depan kantor Kejagung mendorong agar Kejagung kembali memproses kasus yang merugikan negara Rp114 miliar itu.

"Masyarakat pun bertanya atas putusan tersebut. Belakangan, berdasarkan pengakuan mantan kepala DPPKAD menyatakan, ada operasi aliran dana ke Kejari untuk keperluan praperadilan itu," ucap Koordinator Aksi AMPB, M Laili, Senin (24/2/2020).

Laili mengatakan lewat sejumlah keterangan yang ia terima, maka ia berharap Kejagung memproses lagi Wali Kota Bengkulu. Ia menolak adanya permainan hukum dalam kasus ini.

"Usut tuntas semua pihak yang terlibat Bansos kota Bengkulu. Kejagung harus memberi perhatian langsung atas kasus tersebut agar penanganannya jelas dan transparan serta memenuhi rasa keadilan masyarakat," ucapnya.

Selain itu, ia mendorong Kejagung untuk menyelidiki dugaan adanya kongkalikong dalam perkara praperadilan yang memenangkan Helmi.

"Selidiki dugaan kongkalikong Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan dengan oknum penegal hukum terutama terkait adanya operasi aliran dana pemenangan perkara praperadilan bersangkutan," ujarnya. [ton]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA